AdvertorialMadiun

Sedimentasi Sungai Dinormalisasi, Keruk Saluran Cegah Banjir

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Antisipasi banjir mulai dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Madiun. Mulai normalisasi sungai, pembangunan saluran, pemeliharaan rumah pompa, hingga bangunan pengendali banjir. Harapannya, ketika masuk musim hujan, air tidak menggenangi perkampungan warga.

Berbagai upaya itu sebenarnya sudah dilakukan sejak lama. Namun, akhir-akhir ini intensitasnya ditingkatkan. Semua kegiatan di lapangan dikebut. Saat masuk Desember, semua sudah siap.

Wali Kota Madiun Maidi mengatakan, upaya pengendalian banjir dilakukan di semua titik. Pembangunan saluran dan normalisasi sungai digeber. Bahkan, tahun depan proyek tersebut tetap menjadi prioritas demi mewujudkan kota bebas banjir. Persiapan diyakini sudah sesuai harapan. ‘’Sampah dan endapan (lumpur) yang ada di sungai, kami bersihkan semua,’’ kata Maidi, Sabtu (31/10).

Sehingga, ketika musim penghujan tiba, masyarakat tidak akan khawatir jika rumah mereka mulai tergenang air. Karena itu, penanganan sedimentasi sungai dan saluran drainase dilakukan secara masif. ‘’Harapannya, genangan air yang ada tidak lama. Karena air bisa mengalir lancar dari saluran ke sungai,’’ ujar mantan sekda Kota Madiun tersebut.

Kepala DPUTR Kota Madiun Suwarno mengatakan, saat ini terdapat lima saluran sungai yang dinormalisasi. Meliputi saluran Terate mulai dari SMP Santo Yusuf–Jalan Kemuning, saluran Klegen, saluran Sukosari, saluran Rejomulyo, dan saluran Tawangrejo. Sebelum itu, saluran Manisrejo sudah lebih dulu dikeruk. ‘’Upaya itu merupakan bagian dari pengendalian banjir,’’ katanya.

Pengerukan sedimen tersebut diperkirakan selesai dalam waktu satu bulan. Sampai saat ini pihaknya telah mengeruk lebih dari 1.000 kubik tanah. Tanah itu akan digunakan sebagai urukan bangunan pemkot.

Pihaknya juga telah memberikan imbauan kepada masyarakat untuk membongkar bangunan mereka yang berada di sempadan sungai. ‘’Kalau tidak dibongkar rawan longsor ketika kami lakukan normalisasi sungai. Sudah kami peringatkan. Kalau sampai tiga kali tidak diindahkan, ya kami bongkar paksa,’’ ucap Suwarno. (fit/c1/her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button