Pacitan

Sedekah Bumi Warga Tulakan Usir Pandemi

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Ganasnya ombak tak menciutkan nyali empat pria berbaju putih itu menuntun rakit batang pisang ke tengah lautan. Seusai upacara adat, aneka sesajen mulai tumpeng, ayam, hingga kembang tujuh rupa, mereka larung sejauh sepuluh meteran dari tepian pantai.

Ritual itu merupakan sedekah bumi yang mewujudkan rasa syukur terhadap Ilahi. Sekaligus memunajatkan harapan agar pagebluk tak berkesudahan ini lekas pergi. Tradisi turun-temurun itu dilestarikan untuk mempererat persatuan dan gotong royong. Sikap kebersamaan itulah yang dibutuhkan saat ini. ‘’Kami prihatin banyak yang terjangkit korona. Ibaratnya pagi sakit, sore meninggal dunia,’’ tutur Sopingi, tokoh adat setempat, Senin (26/7).

Sopingi berharap, larung dan doa bersama di tepi Pantai Pidakan bakal mendatangkan berkah. Hajat bersama lekas berhentinya wabah korona lekas terkabul. ‘’Tumpengnya ada 47. Semua dari masyarakat, tanda melepas bala,’’ ujarnya.

Sebelum dilarung, rakit diusung dari rumah tokoh adat. Aneka sesajen dan rakit batang pisang diangkut pikap menuju pantai yang berjarak sekitar 100 meter. Beberapa warga ikut mengarak sebelum dilarung ke tengah samudra. (gen/c1/fin/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button