News

Sebutkan Pokok-pokok Peraturan Jalan Cepat

×

Sebutkan Pokok-pokok Peraturan Jalan Cepat

Share this article

Sebutkan Pokok-pokok Peraturan Jalan Cepat – Tim Penulis Pendidikan Lingkungan Hidup Kelas V Jilid 5 : 1. Dr. Susryati Mahanal, M.Pd. 2. Dr. Sugeng Utaya, M.Si. 3. Dr. Fathur Rohman, M.S. 4. Dr. Rudy Hartono, M.Sc. 5. Dr. Yudi Utomo, M.S. 6. Neena Zakia, S.S., Mass. 7. Samsul Hidiat, S.Si., M.T. Redaksi: 1. Dr. Mardi Wiyono, M.Pd. 2. Dr. Sutrisno, M.Sc. PUSAT PENELITIAN LINGKUNGAN INSTITUT PENELITIAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG Jalan Semarang 5 Malang 65145, Telp (0341) 551-312 psw 496 Fax (0341) 580311 Email : http://www.ac. id kerjasama dengan BADAN LINGKUNGAN HIDUP PROVINSI JAWA 2009

Kata Pengantar Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas taufiq dan hidayah-Nya sehingga dapat terselesaikannya penulisan buku ini. Buku ini dirancang untuk memenuhi tujuan pembelajaran pendidikan lingkungan hidup di sekolah dasar atau Ibtidaya. Buku Pendidikan Lingkungan Hidup Sekolah Dasar Kelas V Jilid 5 ini dirancang berdasarkan keterampilan inti yang diidentifikasi dalam Kurikulum Pendidikan Lingkungan Hidup, yang berkisar dari Manusia dan Lingkungan Hidup, Pengelolaan Limbah, Sumber Daya Alam, Air, Udara, Pemantauan Kualitas Tanah. Pelatihan, energi alternatif, tipe hutan, bencana alam di wilayah pesisir, laut dan samudera. Buku ini juga memuat kasus/masalah yang harus dipecahkan oleh siswa untuk mempersiapkan mereka mengembangkan sikap dan perilaku positif terhadap lingkungan. Kami berharap buku ini dapat bermanfaat dalam mengembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan siswa sehingga dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Akhir kata, kritik dan saran sangat kami harapkan demi penyempurnaan buku ini di masa yang akan datang. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur atas penyusunan buku ini Lembaga Penelitian PPLH Universitas Negeri Malang. Malang, Desember 2009 Tim Penulis Kata Pengantar ii

Sebutkan Pokok-pokok Peraturan Jalan Cepat

Indeks Kata Pengantar —————————— — – – — ———- ii Daftar Isi ———————- —– —– — ——————————— iii Bab 1 Manusia dan Lingkungan Hidup — —– — —————————– 1. Perkenalan ——– ——— — ———————————— ——- 1 I. Perilaku negatif – – ——————————– —————- – – 2 A. Berbagai perilaku negatif di masyarakat —————– 2 b. Konsekuensi dari perilaku negatif – – ——————————————– – 6 abad. ————————————————— — —— 7II. Perubahan lingkungan fisik dan dampaknya ———— 7 a. Perubahan lingkungan ————————– — —————— 7 B. Ringkasan ————————– ———————– – —— 12c. Kasus/Masalah ————- ———————————- – 13 Bab 2 Pengolahan limbah ——— – ——————————– — – — 14a Jenis sampah —- — ———————————– — – ————– —– 15b. Pengelolaan sampah – ——————————- 16 C. Daur ulang sampah organik ———————————— 19 d. Daur ulang kertas bekas – ————————————— 21 E. Ringkasan — – — — —————————— ———————- – —————– — 26 F. KASUS/MASALAH —————– —— — ————————— — —- 26 Bab 3 Sumber Daya Alam — —— — ————————– —— ——- 28 Pendahuluan ——- — ———– ——— —– ——- —- ——- 29 I. Konservasi tumbuhan dan satwa ——— ———- —– — – 29 pagi. Menentukan cara tumbuhan dan hewan beradaptasi terhadap lingkungan ——————- – —– 29 b. Identifikasi tumbuhan dan satwa langka ————– 34 c. Upaya pelestarian hewan dan tumbuhan langka ———- 39 d. Konsekuensi dari hilangnya spesies makhluk hidup——————————————————– 41II. Sumber daya alam terbarukan ———————————— 42 a. Jenis sumber daya alam terbarukan — —————————— 42 b. Cara terkini untuk menyelamatkan dan melestarikan sumber daya alam ——— — ————————— — 44 AKU AKU AKU. Ringkasan ————————————————- — ——- 44IV. Kasus/masalah ———————————————- 45 Isiiii

Baca Juga  Masyarakat Daerah Pegunungan Umumnya Memiliki Karakter Makanan Khas Daerah

Hari Hepatitis Sedunia ( Cegah Hepatitis Dengan Pelita Hati )

Bab 4 Pemantauan kualitas air ———————– 46 Pendahuluan — – – ——————————————— —– – ———- 46a Pencemaran air ————- – —– – – —————- 47b. Sumber pencemar dan jenis pencemar —– 47 c. Dampak pencemaran air — —- ———————————– 50 d. Pemantauan kualitas air —- —– ——————————— — 52 E Ringkasan —– —– ———————————– —- – —– —– 55 F. Kasus/Permasalahan —————————– —- – —– —– —- 56 Bab 5 Udara————————– —- — ———- —– —– ———————— —- – 58 Perkenalan ——— —– —– ———————— —- — ——————— —- — 58a. Pemantauan pencemaran udara dengan bioindikator—— 59 b. Dampak pencemaran udara terhadap tumbuhan dan hewan ———————- —— —— ——– – – 62c. Daftar Riwayat Hidup ————————- — ——————– – — 65h. Kasus/Masalah ———— —— —————————– – 66 Bab 6 Pembentukan bumi ——— —— ————————– – — —– 67 Pendahuluan ———- — ————————— – – – ————— — —- 67 A. Pengertian tanah———— —— — — ——- — ————— 68 b. Faktor pembentukan tanah ————————– – ——- 68 g. Proses terbentuknya bumi —————————————— 70 d . Kasus/masalah ——————————————– — – – – 73 Bab 7 Energi alternatif ———————————— —— – – — 74 Pendahuluan ———————————– ———————– — —————– 74a. Sumber energi alternatif ————– — ——- 75 b. Pentingnya penggunaan energi alternatif ————- —- —– 81 c. Daftar Riwayat Hidup ———————————- —- ———- ——— 82 hari. Kasus/Permasalahan ——————– —- ———————- 83 Bab 8 Tipe Hutan ————— —– ———————– – – – —– 84 Pendahuluan ———— —– ———————- – — – ———————— 84 A. Tipe hutan —————- — — – —————- ——- ——— 85 B. Ketentuan yang berlaku bagi pemanfaatan hutan konservasi hutan lindung dan hutan produksi menurut undang-undang – ———– ———- —————- ——- 93 C.Ringkasan — ———– ———- —————- ——– – —– ——– 94 kasus/masalah ——- —————- ——— —- ———- – 95 Daftar Isi iv

Bab 9 Bencana alam di wilayah pesisir, laut, dan samudera ———————– – – – ——————– 96 Pendahuluan ————————– ———- — ——— – —- ———————— ———- — —– 96a Aktivitas manusia yang dapat menimbulkan bencana di wilayah pesisir ———————– ——— — ——— — 97 b. Bencana alam di wilayah pesisir dan laut —————– 100 C. Upaya mengurangi dampak kerusakan akibat bencana – 102 d. Upaya penanggulangan dan mitigasi dampak bencana berbasis ekosistem ——————————– – —— — – ——- 102 E. Ringkasan —————————– — —– — – ——————– 104 F. Kasus/Permasalahan ————- — —– — – ————————— 104 Daftar Pustaka ————– ——- — ——————————– —– ——- —— ———- 106 Daftar Isi v

Baca Juga  Canva Narendra

Bab 1 Manusia dan Lingkungan Standar Kompetensi : Memahami dan mengenal lingkungan sosial dan lingkungan fisik. Keterampilan Utama: 1. Mendeskripsikan berbagai bentuk perilaku negatif yang merugikan lingkungan, keluarga dan masyarakat. 2. Menjelaskan contoh kejadian regional/nasional yang berkaitan dengan perubahan fisik dan dampaknya. Indikator: 1. Mengidentifikasi berbagai bentuk perilaku negatif yang merugikan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. 2. Memberikan contoh peristiwa perubahan lingkungan hidup regional/nasional dan dampaknya. Pendahuluan Kehidupan manusia dipengaruhi oleh lingkungan, baik lingkungan sosial maupun lingkungan fisik. Keluarga dan masyarakat di sekitar kita merupakan lingkungan sosial. Perilaku kita memiliki konsekuensi bagi keluarga dan masyarakat kita. Lingkungan fisik di sekitar kita juga terus berubah. Perubahan tersebut dapat disebabkan oleh faktor alam dan aktivitas manusia. Bab 1 Manusia dan Lingkungan 1

I. Perilaku Negatif Perilaku negatif adalah perilaku yang mengarah pada tindakan yang dianggap inferior, berakibat buruk, merugikan diri sendiri, keluarga bahkan lingkungan sosial. Contoh perilaku negatif antara lain membolos sekolah, melakukan tindakan kriminal seperti pembunuhan, perampokan, korupsi, dan lain-lain. A. Macam-macam perilaku negatif dalam masyarakat Segala tindakan atau perilaku yang tidak sesuai dengan nilai dan norma dalam masyarakat dianggap sebagai perilaku negatif. Jika bentuk perilaku tersebut terus berkembang maka akan menimbulkan penyakit sosial di masyarakat. Ada banyak bentuk perilaku negatif dan berbagai penyakit sosial di masyarakat. Di bawah ini adalah berbagai penyakit sosial yang ada di masyarakat. 1. Minuman Keras (Miras) Minuman keras adalah minuman dengan kandungan alkohol lebih dari 5%. Menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI), minuman yang mengandung alkohol tergolong minuman beralkohol. MUI melarang (melarang) penyalahgunaan minuman beralkohol. Penyalahgunaan mengacu pada penggunaan yang tidak sesuai dengan batasan kesehatan. Artinya secara umum boleh digunakan asalkan hanya untuk keperluan medis atau kesehatan di bawah pengawasan dokter atau ahlinya. Keracunan dapat terjadi ketika mengonsumsi minuman beralkohol. Penjahat kebanyakan mabuk karena alkohol. Orang yang mabuk akan kehilangan rasa malunya, tindakannya akan menjadi tidak terkendali dan ia akan sering melakukan hal-hal yang melanggar aturan atau hukum masyarakat. Minuman beralkohol juga berbahaya saat mengemudi karena dapat mengganggu konsentrasi Bab 1 Manusia dan lingkungan 2

Profil Gender Dan Anak Kota Bandung 2021 By Open Data Kota Bandung

Pengemudi, yang dapat menyebabkan kecelakaan. Orang yang banyak minum karena lambung atau livernya rusak, akan mengalami efek samping dari alkohol yang banyak diminumnya. Gambar 1.1 Polisi memusnahkan ribuan botol minuman keras Sumber: http://www.sragenkab.go.id/berita/images/ne ws/miras.jpg 2. Narkotika Narkotika dan obat-obatan berbahaya lainnya dikenal dengan nama narkotika. Obat tersebut awalnya digunakan untuk keperluan medis, sebagian besar dalam bentuk campuran obat. Narkotika banyak digunakan untuk operasi medis, karena narkotika mempunyai efek nyeri yang bersifat sementara, sehingga memungkinkan pasien menjalani operasi tanpa merasakan sakit. Untuk penggunaan dalam bidang medis, diperlukan dokter yang berpengalaman untuk mengetahui kadar yang benar. Penggunaan narkoba menimbulkan efek ketagihan bagi penggunanya. Penyalahgunaan narkoba artinya dilakukan tanpa kepedulian, tanpa memperhatikan dosis yang digunakan. Kegunaannya juga Bab 1 Manusia dan Lingkungan 3

Baca Juga  Bahan Limbah Keras Yang Banyak Dijumpai Di Daerah Pegunungan Adalah

Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti menghirup asapnya, menghirup bubuknya, menyuntikkannya, atau meminumnya dalam bentuk pil atau kapsul. Obat tersebut dapat merusak sistem saraf seseorang bahkan dapat menyebabkan kematian. Di bawah ini contoh zat yang termasuk dalam golongan narkoba yaitu heroin, ganja, ekstasi, sabu, dan lain sebagainya. 3. Perkelahian antar pelajar Perkelahian antar pelajar sering terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan kota-kota besar lainnya. Pertarungan tersebut tidak hanya menggunakan pertarungan tangan kosong atau tangan kosong, namun pertarungan bersenjata, bahkan ada yang menggunakan senjata tajam dan dilakukan secara berkelompok. Dampak perkelahian pelajar: • Pelajar (dan keluarga mereka) yang terlibat dalam perkelahian jelas akan terkena dampak negatif jika mereka terluka atau terbunuh. • Rusaknya layanan publik seperti bus, halte dan fasilitas lainnya, serta layanan swasta seperti jendela toko dan mobil. • Mengganggu proses pembelajaran di sekolah. • Apresiasi siswa terhadap toleransi, perdamaian dan nilai-nilai kehidupan orang lain semakin menurun. Dikhawatirkan siswa menganggap kekerasan adalah cara yang paling tepat untuk menyelesaikan permasalahannya sehingga memilih melakukan sesuatu untuk mencapai tujuannya. Akibatnya dapat menghambat kelangsungan hidup masyarakat di Indonesia. Bab 1 Manusia dan Lingkungan 4

Gambar 1.2 Perjuangan Siswa Sumber : www.e-dukasi.net/mol/mo_full.php?moid=49&fnam 4. Judi Judi merupakan salah satu bentuk perilaku negatif. Sebab, perjudian mengancam kekayaan atau penghidupan yang harus dieksploitasi. Mereka yang suka bermain akan menjadi malas dan hanya bermimpi mendapatkan uang banyak, dengan cara yang tidak jelas. Indonesia merupakan salah satu negara yang melarang perjudian, sehingga seluruh aktivitas perjudian di Indonesia merupakan aktivitas terlarang yang dapat dikenakan sanksi hukum. Berbagai bentuk perjudian dilarang oleh agama. Gambar 1.3 Peralatan bermain yang berbeda Sumber: http://sgdavid.files.wordpress.com/2007/09/g ambling1.jpg Bab 1 Manusia dan Lingkungan 5

5. Kejahatan (crime) Kejahatan adalah perbuatan yang melanggar hukum dan melanggar norma-norma sosial, sehingga masyarakat menentangnya. Kejahatan dilarang oleh agama. Kejahatan merupakan suatu bentuk perilaku yang bertentangan dengan moralitas manusia, merugikan masyarakat. Kejahatan (crime) misalnya adalah pembunuhan, perampokan, perampokan dan korupsi. B. Akibat Perilaku Negatif Berbagai bentuk perilaku negatif merugikan lingkungan masyarakat. 1. Dampak terhadap pelaku. memberikan pengaruh psikologis atau tekanan psikologis dan tekanan psikologis

Paradigma Gerakan Ipm: 3t

Sebutkan peraturan permainan sepak bola, sebutkan masalah pokok ekonomi modern, peraturan gaji pokok karyawan swasta, sebutkan 3 contoh peraturan daerah, sebutkan pokok pokok berita, sebutkan masalah pokok ekonomi, sebutkan tugas pokok bank indonesia, sebutkan fungsi pokok pemasaran, sebutkan pokok ajaran kitab zabur, sebutkan beberapa peraturan bulu tangkis yang anda ketahui, sebutkan peraturan permainan softball, sebutkan sembilan bahan pokok