Pacitan

Sebelas Warga Nawangan Positif Korona Serentak

Bupati Didesak Tutup Kantor OPD

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Lonjakan kasus Covid-19 di Pacitan membuat Bupati Indartato ngelus dada. Dia merasa prihatin sekaligus khawatir kasus tersebut semakin meluas. ‘’Kita harus tanggulangi bersama. Kami tidak bisa bekerja sendiri,’’ kata bupati Senin (26/10).

Indartato tak malu menyebut badan kepegawaian, pendidikan, dan pelatihan daerah (BKPPD) dan dinas pertanian (disperta) menjadi episentrum persebaran korona. Sehingga, dua kantor organisasi perangkat daerah (OPD) itu harus di-lockdown. ‘’Termasuk di kantor satpol PP, Bakesbangpol, dukcapil, kami minta hati-hati karena intensitas pelayanan masyarakat juga tinggi,’’ ujar ketua TGTP Covid-19 Pacitan itu.

Sejak kasus Covid-19 ditemukan di BKPPD, Indartato mengaku telah mendapat desakan untuk menutup seluruh kantor OPD. Tujuannya agar virus tidak semakin menyebar. Namun, kebijakan tersebut masih dipertimbangkannya. Terutama yang berkaitan dengan pelayanan publik.

Pihaknya condong menerapkan karantina mandiri bagi pegawai yang terpapar dan terlacak sebagai kontak erat pasien terkonfirmasi. ‘’Kalau ditutup semua berdampak buruk bagi masyarakat. Tapi kebijakan tatap muka di kantor kami kurangi,’’ terangnya.

Jubir TGTP Covid-19 Rachmad Dwiyanto mengatakan, sejak kemunculan klaster kantor pemerintahan, pengawasan ketat diberlakukan di pendapa. Bahkan, sesuai rencana, dalam dua pekan ke depan kegiatan tatap muka terbatas akan dikurangi. Tamu bupati dari luar daerah harus menunjukkan surat hasil swab test. ‘’Kami akui bulan ini klaster perkantoran meningkat pesat,’’ tuturnya.

Sementara, kemarin TGTP melaporkan tambahan 11 kasus baru korona. Seluruh penderita berasal dari Nawangan namun beda desa. Ledakan kasus tersebut terjadi setelah hasil swab test yang diidentifikasi BBLK Surabaya keluar. ‘’Tapi, kami masih punya tabungan ratusan hasil swab test yang belum keluar,’’ ungkap Rachmad. (gen/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button