Magetan

Sebelas Warga Dikuburkan dengan Protap Covid-19

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Jenazah orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), maupun positif Covid-19 tidak bisa ditangani sembarangan. Ada ketentuan khusus dalam mengurus jenazah tersebut. Termasuk saat proses pemakamannya. ‘’Tentu petugas memakai alat pelindung diri yang lengkap. Dan, tidak ada warga lain yang boleh mengantarkan sampai ke pemakaman,” kata Kepala Posko Darurat Bencana Non-alam Covid-19 Magetan Ari Budi Santosa Minggu (3/5).

Sampai dengan saat ini tercatat sudah ada sebelas proses pemakaman yang menerapkan prosedur penanganan Covid-19 di Magetan. Di antaranya, pemakaman pasien positif Covid-19 di Barat. Kemudian satu ODP dari Kecamatan Magetan. Lainnya PDP asal Barat, Kartoharjo, Panekan, dan Lembeyan. Terbaru ada di Parang.

Pemakaman dengan prosedur tetap (protap) penanganan Covid-19 itu juga sempat dilakukan satgas terhadap jenazah pasien yang sebelumnya dirawat di RSUD dr Soedono, Madiun, dan RS Siti Aisyah, Ponorogo. Sebagian juga kiriman dari Solo, Jakarta, dan Gresik. ‘’Biasanya itu warga asli Magetan dan pihak keluarga ingin dimakamkan di sini,’’ kata Ari.

Untuk protokolnya dilakukan dengan cara membungkus jenazah memakai plastik khusus. Kemudian jenazah dimasukkan dalam peti dan harus dikuburkan empat jam setelah dinyatakan meninggal dunia.

Pihaknya mencatat pemakaman dengan prosedur penanganan Covid-19 dilakukan terhadap pasien positif korona yang sempat dirawat di Sidoarjo. ‘’Saat itu petugas dibantu anggota TNI,’’ ujarnya. (fat/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close