Madiun

SE Kedaluwarsa, THM Nekat Buka

Nantikan Sosialisasi dan Pengecekan Protokol Kesehatan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – SE 443.32/1551/401.023/2020 tentang Perpanjangan Tempat Hiburan Malam (THM) telah kedaluwarsa. Penangguhan pembukaan THM telah berakhir sejak dua hari lalu.

Humas Paguyuban Tempat Hiburan Malam (Patahima) Kota Madiun Brama Sandi mengatakan sejauh ini seluruh THM di Kota Madiun siap beroperasi kembali. Juga, tak keberatan jika sewaktu-waktu disurvei Penegak Protokol Kesehatan Tangkal Corona Virus agar Warga Sehat (Pendekar Waras). ‘’Kami tunggu peninjauan dari tim Pendekar Waras,’’ kata Brama.

Brama memastikan berbagai sarana-prasarana penunjang protokol kesehatan telah disiapkan. Mulai thermo gun untuk mengecek suhu tubuh pengunjung, tempat cuci tangan, hand sanitizer, hingga merekatkan tanda silang pada kursi tunggu. Kapasitas ruangan juga dikurangi 50 persen. Untuk room berkapasitas delapan orang, hanya diisi maksimal empat orang. Hall juga dibatasi. Deretan kursi diberi tanda silang. Jam operasional THM juga dimulai 18.00-00.00. ‘’Sebelum pandemi beroperasi mulai 12.00 sampai lewat 00.00,’’ ujarnya.

Sejauh ini, Brama juga telah menarik kembali sedikitnya 140-an karyawan. Dari total 240 karyawan dari Kota Madiun, Ngawi, dan Ponorogo. Seratus karyawan lainnya, termasuk pemandu lagu (PL), terimbas pemutusan hubungan kerja (PHK). ‘’Jadi, PL-nya nanti lokalan saja. Dari luar kota untuk sementara kita tidak panggil dulu,’’ terangnya.

Salah satu yang terpantau uji coba operasional adalah Inul Vista. THM persis di depan balai kota itu sengaja beroperasi kembali karena SE perpanjangan penutupan telah berakhir. Sehingga tidak menyalahi aturan. ‘’Sesuai SE kan penutupan terakhir sampai 12 Juli dan dibuka kembali pada 13 Juli. Nah, kami sudah tak menerima surat lanjutannya lagi,’’ kata Rony San Djamal, penanggung jawab Inul Vista.

Rony pun memastikan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Meskipun sebenarnya ada kendala teknis pada server untuk koneksi lagu ke room. Pihaknya juga telah memanggil kembali 40 karyawannya setelah sempat dirumahkan empat bulan terakhir. ‘’Sengaja kami trial agar didatangi petugas. Biar dicek sekalian apakah protokol kesehatan di sini sudah siap. Nanti kami juga menjadi tahu aturan selanjutnya,’’ tuturnya.

Kasatpol PP Kota Madiun Sunardi Nurcahyono memastikan bakal memberikan peringatan terhadap THM yang nekat membuka usahanya. Sunardi meminta pelaku usaha tetap bersabar menantikan kebijakan lebih lanjut terkait keputusan pembukaan THM. ‘’Kami siapkan 45 personel untuk menindak mereka yang melanggar protokol kesehatan,’’ kata Sunardi.

Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Kota Madiun Noor Aflah menyatakan pembukaan kembali THM di Kota Madiun masih menunggu hasil rapat wali kota bersama forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) setempat. Hingga saat ini telah ada beberapa THM yang berkonsultasi ke TGTPP. ‘’Sekarang masih proses (pembahasan pembukaan kembali THM),’’ katanya.

Aflah menyarankan pengelola THM untuk membuat permohonan rekomendasi. Permohonan itu menjadi pertimbangan bagi TGTPP untuk menentukan kebijakan. Dengan melampirkan keterangan detail kesiapan protokol kesehatan. ‘’Nanti dari tim gugus akan turun lapangan mengecek protokol kesehatan. Kalau sudah oke, permohonan kami teruskan ke wali kota selaku ketua tim gugus,’’ ujarnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close