Madiun

SDN 2 Nambangan Lor Kehilangan Sosok Sona, Kru KRI Nanggala-402

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tenggelamnya KRI Nanggala-402 tidak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga Serda Diyut Subandriyo. Keluarga besar SDN 2 Nambangan Lor juga merasa kehilangan. Pasalnya, kapal selam buatan Jerman itu ternyata juga ditumpangi Lettu Ady Sonata yang dulu sempat menuntut ilmu di sekolah tersebut.

Sri Suhartini, salah seorang guru SDN 2 Nambangan Lor, menjelaskan bahwa Sona –sapaan Ady Sonata- menempuh pendidikan di sekolahnya hanya sampai kelas V. Sebab, harus mengikuti ayahnya yang anggota TNI-AD pindah tugas ke daerah lain. Kendati demikian, dia tak pernah bisa melupakan sosok anak didiknya itu. ”Anaknya (Sona, Red) pintar. Setiap tahun selalu ranking tiga besar,” ungkapnya, Rabu (28/4).

Harti –sapaan Sri Suhartini- sangat mengenal sosok Sona lantaran saat kelas V tercatat sebagai wali kelas. Pun, dia merasa begitu kehilangan ketika mendengar kabar Sona turut gugur dalam tragedi tenggelamnya KRI Nanggala-402 di perairan Bali.

‘’Semoga semua ABK (anak buah kapal, Red) diampuni dosa-dosanya dan mendapatkan tempat terbaik. Begitu juga dengan keluarga yang ditinggalkan, diberi kesabaran dan ketabahan dalam menerima cobaan ini,’’ tutur Harti.

Kehilangan juga dirasakan Desi Safitri, salah seorang teman SD Sona. Di mata Desi, Sona kecil merupakan sosok baik, pintar, rajin, dan disiplin, meski sesekali berulah usil. ”Kadang kalau temannya sedang menulis disenggol gitu,’’ kenangnya. ‘’Dia (Sona, Red) suka duduk di bangku barisan depan, kalau tidak ya barisan kedua,” imbuhnya.

Desi juga masih ingat betul dulu kerap mengerjakan tugas kelompok di tempat tinggal Sona di kompleks Yonif 501. Termasuk ketika bermain permainan tradisional gobak sodor. ‘’Tahunya Nanggala-402 tenggelam dari grup WhatsApp SD yang baru dibikin tiga bulan lalu,” ujarnya. (mg2/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button