AdvertorialMadiun

SD-SMP di Kota Madiun Dibuka November, Guru dan Siswa Di-Rapid Test

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun mengklaim penanganan Covid-19 semakin baik. Sehingga, persebaran virus korona jenis baru itu dapat dibendung. Kondisi tersebut membuat pemkot kian bersemangat menyiapkan pembukaan kembali pembelajaran tatap muka.

Beberapa hari lalu dinas pendidikan (dindik) turun ke sekolah untuk memelototi persyaratan yang wajib dipenuhi lembaga pendidikan tersebut. Mulai kelengkapan fasilitas, kesiapan infrastruktur, hingga sistem pembelajaran.

Sesuai rencana pembelajaran tatap muka di Kota Madiun berlangsung November 2020. Pertimbangannya berdasarkan angket yang disebar ke orang tua siswa. Hasilnya sekitar 80 persen wali murid mengizinkan anaknya mengikuti kegiatan belajar-mengajar di sekolah.

FOTO: DISKOMINFO FOR RADAR MADIUN

Wali Kota Madiun Maidi mengatakan pembelajaran tatap muka akan dilakukan seluruh SD dan SMP negeri di Kota Madiun. Tetapi, sifatnya masih uji coba. Sehingga, kegiatan belajar-mengajar di sekolah hanya dapat diikuti siswa kelas I dan VI SD serta kelas VII dan IX SMP.

‘’Harapan kami bahwa protokol kesehatan di sekolah justru lebih ketat. Ini bentuk kehati-hatian kita, mudah-mudahan tidak menambah kasus atau klaster baru,’’ kata Maidi pada Senin (26/10).

FOTO: DISKOMINFO FOR RADAR MADIUN

Mantan Sekda Kota Madiun itu menambahkan, sebelum pembelajaran tatap muka diterapkan, pemkot melalui dindik akan kembali melakukan rapid test terhadap seluruh guru dan kepala sekolah. Bahkan, tes diagnostik cepat tersebut juga akan dilakukan kepada siswa. ‘’Seluruh biaya akan ditanggung pemkot,’’ ujarnya.

Terpisah, Kepala Dindik Kota Madiun Heri Wasana mengungkapkan, pada tahap uji coba pembelajaran tatap muka nanti setiap kelas hanya diisi 50 persen dari total siswa. Sementara soal persiapan sarana prasarana di sekolah, dia mengatakan juga diikuti dengan kesiapan guru untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka.

FOTO: DISKOMINFO FOR RADAR MADIUN

‘’Jadi nanti akan ada evaluasi selama tiga bulan ke depan. Kalau menunjukkan sesuatu yang bagus atau tidak ada reaksi penyebaran Covid-19, nanti baru diambil langkah berikutnya,” katanya.

Di sisi lain untuk menunjang protokol kesehatan di sekolah, pemkot juga akan membagikan masker kepada siswa. Setiap anak mendapat tiga masker baru. Sedangkan, terkait sarana prasarana penunjang di sekolah diklaim sudah siap. Di antaranya menyiapkan tempat mencuci tangan, memasang papan himbauan penerapan prokes serta mengatur tempat duduk siswa. (her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button