Magetan

Sawah Kering, Petani Beralih Pecah Batu

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Sulitnya para petani di Desa/Kecamatan Ngariboyo mendapatkan suplai air saat musim kemarau membuat mereka kelimpungan. Marni, misalnya. Dia mengaku terpaksa beralih pekerjaan menjadi pemecah batu untuk menyambung hidup.

Pekerjaan tersebut dijalani Marni beserta warga lainnya hampir sebulan terakhir di Desa Balegondo, Kecamatan Ngariboyo. ‘’Yang kami pecahi batu yang berada di lahan sawah,’’ kata Marni Selasa (12/11).

Batu-batu itu sebagian ada yang dijual. Tapi, ada beberapa yang dipakai sebagai bahan dasar material untuk membangun rumah. ‘’Kalau dijual harganya cukup lumayan. Satu rit dihargai sekitar Rp 500 ribu,’’ ujarnya.

Marni beserta petani lain sebenarnya sudah menanam palawija pada musim kemarau tahun ini. Hanya, hasil panen yang didapat kurang maksimal. Sebab, pasokan air untuk mengaliri lahan miliknya terbatas. ‘’Tadinya bisa panen kacang sampai enam karung. Tapi, sekarang hanya dua karung,’’ terangnya.

Pekerjaan sebagai pemecah batu itu tidak dilakoni Marni sendiri. Dia dibantu suaminya. Marni berharap secepatnya bisa kembali bercocok tanam padi. ‘’Ya, ini sekalian membersihkan batunya dari lahan sawah kami,’’ katanya. (fat/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button