Madiun

Satu Warga Kota Madiun Terdeteksi Reaktif

TGTPP Tunggu Kepastian Hasil Tes PCR

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Klaster Temboro menjadi perhatian khusus Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Kota Madiun untuk melakukan pelacakan (tracing). Menyusul adanya 43 santri asal Malaysia yang dinyatakan positif Covid-19 sepulang dari pesantren di Magetan.

Didapati satu warga Kota Madiun yang berinteraksi setiap hari ke klaster baru di wilayah Kecamatan Karas, Magetan, itu. Untuk memastikan kondisi kesehatan, dinkes-KB melakukan rapid test terhadap warga asal Kelurahan Demangan, Taman, tersebut. Hasil rapid test menunjukkan reaktif.

Jubir TGTPP Covid-19 Kota Madiun Noor Aflah saat konferensi pers di ruang GCIO Kamis (23/4) mengatakan bahwa hasil rapid test tersebut baru sebatas dugaan. Kepastiannya menunggu hasil tes dengan metode polymerase chain reaction (PCR) yang diklaim lebih akurat. ‘’Hasil itu perlu dikonfirmasi dengan PCR,’’ kata Aflah.

Aflah memastikan saat ini yang bersangkutan telah dirawat di rumah sakit. Dia yang semula terkategori orang tanpa gejala (OTG) itu sehari-harinya berdagang di Temboro. Karena masuk klaster Temboro, maka tim gugus tugas melakukan langkah antisipasi. ‘’Yang bersangkutan itu berangkat pagi pulang malam, setiap hari berdagang di sana (Temboro, Red). Rumah sakit mana kami belum dapat kepastiannya dari dinkes-KB,’’ ujarnya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madiun, yang bersangkutan tinggal bersama istri dan dua anaknya. Pada waktu pemeriksaan, yang bersangkutan sempat diantar kakaknya yang tinggal terpisah. Saat ini istri dan dua anaknya menjalani karantina mandiri di rumah. ‘’Kemungkinan juga akan diisolasi,’’ ungkapnya.

Tak menutup kemungkinan keluarga bersangkutan bakal menjalani rapid test. Kini, TGTPP fokus meningkatkan tracing yang dilakukan kader kesehatan di masing-masing kelurahan. ‘’Sekali lagi perlu dikonfirmasi dengan PCR. Harapan kita semua hasilnya negatif,’’ ucapnya.

Tracing riwayat orang yang pernah kontak dengan yang bersangkutan perlu dilakukan dengan cermat. Meskipun nanti hasil spesimen laboratorium dinyatakan negatif. Pihaknya meminta warga proaktif melaporkan diri. TGTPP mengimbau masyarakat tidak panik. Cukup meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti anjuran pemerintah. Warung dan rumah makan tetap diperbolehkan menjalankan usaha sesuai anjuran protokol pencegahan. ‘’Kebiasaan nongkrong dikurangi. Rumah makan tidak menyediakan meja dan kursi,’’ pintanya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close