Madiun

Satu Temuan Tim Hunter Covid-19, Warga Ke-296 Reaktif Korona

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Warga terakhir yang dites cepat oleh Tim Hunter Covid-19 Jawa Timur Kamis (11/6) reaktif korona. Satu-satunya dari total 296 warga Desa Bandungan, Saradan, Kabupaten Madiun, yang diperiksa dengan potensi positif terinfeksi virus itu. Pendek kata, perburuan sedikit temuan. ‘’Satu yang reaktif akan dites swab di RSUD Caruban,’’ kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Madiun Mashudi.

Pemeriksaan masal itu digelar di kantor Desa Bandungan. Tim pemprov didampingi GTPP Kabupaten Madiun. Semuanya mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Satu per satu warga diambil sampel darahnya. Rapid test kemarin merupakan yang kedua. Sebelumnya telah dilaksanakan GTPP dengan temuan 12 warga reaktif. Belasan warga itu telah di-swab. Hasilnya belum keluar. ‘’Keadaan di sini kondusif. Masyarakat justru antusias ikut rapid test,’’ ujar Kepala Desa Bandungan Hudi Utomo.

Pengelola dan Pelaporan Data Satgas Covid-19 RSUD Caruban Didik Indrawanto mengungkapkan, pengambilan sampel lendir tenggorokan atau hidung satu warga reaktif itu dijadwalkan hari ini. Pelaksanaannya berbarengan dengan warga asal Kecamatan Gemarang yang terindikasi terinfeksi korona. ‘’Sampel swab dikirim ke laboratorium di Surabaya,’’ katanya. (den/c1/cor)

25 Rumah Disemprot Disinfektan

SELAIN rapid test, puluhan rumah warga Desa Bandungan, Saradan, Kabupaten Madiun, juga disemprot cairan disinfektan Kamis (11/6). Di antaranya, rumah pasien positif Covid-19 dan tetangga dekatnya. ‘’Total 25 rumah,’’ kata Koordinator Pusdalops GTPP Covid-19 Kabupaten Madiun Muhammad Zahrowi.

Zahrowi menguraikan, yang disemprot rumah empat pasien positif, belasan warga berstatus reaktif, dan hasil pelacakan kasus positif. Disinfektan disemprotkan ke setiap sudut rumah yang bisa dijangkau. ‘’Kami tekankan juga kepada warga mengenai pola penyebaran virus korona,’’ ujarnya.

Menurut dia, penyemprotan disinfektan di lingkungan terpapar korona sangat penting. Sebab, ada kemungkinan virus tertinggal atau menempel. ‘’Penyemprotan termasuk SOP (standard operating procedure, Red) upaya pencegahan penyebaran,’’ terangnya.

Di luar upaya GTPP, kesadaran dan kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan tidak kalah penting. ‘’Dengan kedisiplinan, penyebaran korona dapat ditekan,” ujarnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close