AdvertorialMadiun

Satu-satunya Rektor di Indonesia Penerima WKK

MADIUN – Prestasi Parji tembus level nasional. Jumat lalu (5/7), pria yang menjabat rektor Universitas PGRI Madiun (Unipma) itu menerima tanda penghargaan Wira Karya Kencana (WKK) di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Tanda itu disematkan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat Hasto Wardoyo.

BKKBN mengganjar Parji penghargaan lantaran dinilai berjasa. Yakni, sebagai tenaga profesional yang berhasil menjalankan program BKKBN di masyarakat dalam mewujudkan keluarga kecil yang sejahtera di Madiun dan sekitarnya. ’’Dari seluruh Indonesia, ada 13 orang yang menerima penghargaan. Saya satu-satunya rektor PTN/PTS yang terima penghargaan itu,’’ kata Parji ditemui Jawa Pos Radar Madiun.

Dia menyebut bahwa WKK merupakan penghargaan bergengsi. Dia merasa bangga bisa menjadi tamu kehormatan dalam acara tersebut. Rangkaian acara yang berlangsung selama lima hari itu juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. Juga Menteri Kesehatan Nila Moeloek. Pemberian penghargaan itu bersamaan momen peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-26. ‘’Selain saya, lainnya aktivis atau penggiat kependudukan,’’ sebutnya.

Parji menjelaskan, Unipma telah menjalin kerja sama dengan BKKBN lima tahun lamanya. Selama bertahun-tahun kampus ini konsisten menjalankan program BKKBN. Melalui kuliah kerja nyata (KKN) tematik Unipma tentang kependudukan di wilayah Kota/Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan, dan Ngawi. ’’Memang selama empat tahun kita menjadi mitra BKKBN Jawa Timur. Jadi, merintis kampung KB, mendata kependudukan. Kemudian juga memenangkan program ilmiah atau skripsi bertema kependudukan,’’ paparnya.

Dalam salah satu tema KKN tematik kependudukan ini, ada tiga hal yang menjadi fokus mahasiwa. Yakni, keluarga berencana, kependudukan, dan pembinaan keluarga sejahtera. Semisal, menggerakkan usaha mikro yang berbasis kependudukan. Atau usaha kecil yang berbasis keluarga. ’’KKN Unipma fokusnya beda-beda,’’ sebutnya.

Parji meyakini, BKKBN mestinya telah melakukan evaluasi selama proses menjalin kerja sama. Tampaknya, dari sekian perguruan tinggi negeri maupun swasta, yang betul-betul konsisten dalam menjalin kerja sama dengan BKKBN adalah Unipma. ‘’Kami laksanakan program-program dalam rangka membentuk kesuksesan negara. Tapi, kami tidak pernah terpikir untuk mendapatkan penghargaan ini,’’ ucapnya.

Parji menyampaikan, jalinan kerja sama ini bisa terjadi sebagai wujud inovasi Unipma yang meggandeng kerja sama dengan banyak pihak. BKKBN dianggap potensial lantaran memiliki program yang langsung bersinggungan dengan masyarakat luas. Nah, tridarma perguruan tinggi yang ketiga adalah pengabadian kampus untuk masyarakat. ’’Penghargaan diberikan kan tidak mungkin kalau nggak ada dampaknya. Tampaknya BKKBN merasa puas dengan kerja sama ini. Kuncinya konsisten dan komitmen,’’ ucapnya.

Uniknya, dua bulan sebelum pengumuman penghargaan, BKKBN meminta Parji mengirimkan berkas persyaratan administrasi. Salah satunya surat keterangan mengikuti KB. ‘’Yang lucu saya juga diminta surat keterangan ikut KB. Itu yang tidak saya penuhi karena saya sudah tidak punya surat tersebut. Logikanya bisa dicek kartu keluarga (KK), anak saya dua sudah kuliah semua, saya ikut program terencana pemerintah,’’ selorohnya.

‘’Saya dedikasikan penghargaan ini untuk teman-teman dosen, juga lembaga penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Saya nggak mungkin dapat kalau tidak dibantu teman-teman di lapangan yang sudah susah payah,’’ imbuh Parji. (dil/c1/ota/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button