Pacitan

Satu RT Di-Lockdown

Pemkab Siapkan Bantuan Konsumsi Sahur dan Buka

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Pemkab Pacitan akhirnya memutuskan untuk mengarantina warganya yang tinggal di RT 01, RW 02, Dusun Krajan, Desa Kembang, Kecamatan Pacitan, Kamis (30/4). Kebijakan itu diberlakukan setelah empat warga di lingkungan tersebut terpapar virus korona.

Dengan adanya ketentuan itu, penduduk dilarang keluar rumah jika tidak ada urusan mendesak selama 14 hari ke depan. Mereka juga dilarang menerima kedatangan pemudik. Warga setempat yang baru kembali dari luar daerah harus menjalani karantina di ruang isolasi yang telah disediakan pemerintah desa (pemdes). Sejumlah kegiatan ibadah di musala ditiadakan.

Selain itu, akses masuk ke RT tersebut ditutup. Pemkab hanya memberlakukan satu pintu masuk. Lokasinya di ujung jalan desa yang tembus ke Jalur Lintas Selatan (JLS). Di sana didirikan posko Covid-19 oleh pemerintah desa (pemdes) setempat. Warga yang keluar-masuk diperiksa kesehatannya dan disterilisasi oleh petugas jaga.

Kebijakan karantina wilayah di satu RT itu diputuskan langsung oleh Bupati Indartato. Bahkan, dia bersama Kapolres AKBP Didik Hariyanto dan Dandim Letkol Inf Nuri Wahyudi meninjau pemberlakuan pembatasan sosial di wilayah tersebut kemarin. ‘’Hari ini (kemarin, Red) telah kami putuskan, khususnya zona merah satu di RT 01 (Dusun Krajan, Desa Kembang) kami batasi kegiatannya,’’ kata bupati yang juga ketua gugus tugas penanggulangan Covid-19 itu kepada wartawan.

Dia menegaskan bahwa situasi saat ini membutuhkan penanganan dengan langkah drastis agar secepatnya bisa kembali seperti semula. Karena itu, dia meminta warga untuk tetap berdiam diri di rumah. Sementara terkait kebutuhan pokok warga selama menjalani pembatasan sosial bakal dipenuhi pemkab. ‘’Untuk masalah konsumsinya kami bantu,’’ ujar kepala daerah dua periode tersebut.

Sesuai rencana, bantuan konsumsi berupa makanan bakal disalurkan dua kali dalam sehari. Yaitu ketika sahur dan buka. ‘’Kami sudah minta tim balitbang untuk mengevaluasi dulu. Nanti kalau sudah, kami ganti bahan mentah,’’ terang Indartato.

Yang jelas, saat ini pihaknya hanya menerapkan karantina satu RT. Tidak sampai seluruh penduduk desa. Karena menurutnya lockdown justru membuat ekonomi warga lain tersendat. ‘’Sementara kami minta warga untuk jujur dan disiplin berada di rumah. Kalau merasa sakit (gejala Covid-19) segera melapor agar tidak menjalar ke mana-mana,’’ pintanya.

Kasus Covid-19 di Dusun Krajan, Desa Kembang, itu melonjak karena terdapat carrier (penular) di wilayah tersebut. Karena itu, Indartato berharap masyarakat mematuhi protokol kesehatan untuk menghindari penularan lebih jauh. ‘’Diharapkan semua disiplin supaya ini bisa dilalui demi kepentingan semua,’’ tandasnya. (gen/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close