Madiun

Satu Positif, Dua Meninggal Dunia

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – RSUD dr Soedono, Madiun, merawat lima pasien dengan status pasien dalam pengawasan (PDP). Satu PDP asal Magetan dinyatakan positif terpapar Covid-19 dan satu PDP asal Kabupaten Madiun meninggal dunia pukul 11.30 Jumat (20/3). Pasien laki-laki berumur 76 tahun itu meninggal setelah mendapatkan perawatan medis selama 13 jam.

Ketua Tim Khusus Penanganan Covid-19 RSUD dr Soedono, Madiun, dr Bambang Subarno SpP mengungkapkan, saat masuk ke rumah sakit sekitar pukul 21.30 Kamis (19/3), kondisi pasien pria berusia 76 tahun itu sudah memburuk. ‘’Hilang kesadaran, leukosit dan limfositnya rendah. Tak punya riwayat ke mana-mana, tapi sudah sangat tua,’’ terang Bambang menjelaskan pasien dari Kecamatan/Kabupaten Madiun itu.

Belum diketahui secara pasti apakah pasien tersebut positif atau negatif Covid-19. Pihak RSUD sempat mengambil swab atau spesimen laboratorium dan dikirimkan ke Balitbangkes Kemenkes RI. ‘’Kemungkinan sudah sakit lama,’’ katanya.

Satu orang dalam pemantauan (ODP) asal Magetan juga meninggal dunia. Diduga, meninggalnya akibat sepsis atau penyakit komplikasi berbahaya karena infeksi bakteri gram negatif. ‘’Jadi, tinggalnya bukan di Magetan,’’ ujarnya.

Sudah lama pasien perempuan 84 tahun itu tinggal di Kediri. Kebetulan dia menjenguk anaknya yang tinggal di Maospati, Magetan. Pasien mengalami gejala klinis dengan penyakit penyerta diabetes kronis. Dia meninggal dunia sekitar pukul 18.00, Kamis (19/3). ‘’Ada diabetes, dibawa ke RSU di Lanud kemudian dirujuk ke sini. Kondisinya sudah buruk, tidak mau makan, selalu menolak, sampai keluarga bersedia tanda tangan,’’ paparnya.

Adapun tiga PDP lainnya masih menantikan hasil spesimen laboratorium. Kedua pasien perempuan asal Ngawi itu baru pulang dari umrah. Masing-masing berusia 64 dan 25 tahun. Serta pasien laki-laki asal Magetan berusia 20 tahun yang memiliki riwayat bepergian dari Cirebon. ‘’Hasilnya kalau nggak Kamis ya Jumat. Kami masih menunggu itu,’’ tuturnya.

Sementara pasien dengan ODP berjumlah tujuh orang. Enam pasien telah dipulangkan seiring kondisi klinisnya membaik.

Cegah Risiko Infeksi, Pastikan Stok APD Aman

DIREKTUR RSUD dr Soedono, Madiun, dr Bangun Trapsila Purwaka memastikan empat PDP diisolasi secara terpisah. Di rumah sakit milik Pemprov Jatim ini, masih tersisa satu dari total lima ruang isolasi yang disiapkan. ‘’Masih ada satu yang kosong,’’ kata Bangun.

Pihaknya saat ini mempersiapkan 13 tambahan ruang isolasi. Mengantisipasi jika ada lonjakan pasien dicurigai terpapar Covid-19. Secepatnya ruangan tersebut siap digunakan jika sewaktu-waktu ada pasien rujukan. ‘’Untuk mengantisipasi lonjakan,’’ lanjutnya.

Pada bagian lain, stok alat pelindung diri (APD) yang digunakan tim medis –yang merupakan garda terdepan rawan terpapar virus dari pasien– dipastikan masih cukup. Meskipun Bangun tidak menyebutkan jumlah yang tersedia, namun dia memastikan ketercukupannya untuk memenuhi kebutuhan satu bulan ke depan. ‘’Teman-teman kami siapkan APD supaya tidak ada risiko infeksi,’’ ujarnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button