Magetan

Satu PDP Magetan Meninggal Positif Korona

Sebelumnya Dirawat di RSUD Sidoarjo

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Pasien dalam pengawasan (PDP) asal Kecamatan Barat yang akhirnya meninggal saat dirawat di RSUD Sidoarjo dinyatakan positif Covid-19. Saat meninggal pada Kamis lalu (26/3), hasil laboratorium belum keluar. ‘’Belakangan hasil lab menunjukkan pasien tersebut positif korona,’’ kata Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan Didik Setyo Margono Minggu (29/3).

Dengan demikian, total ada dua PDP asal Magetan yang meninggal. Sebelumnya, seorang pasien lainnya asal Ngariboyo juga meninggal saat menjalani perawatan di RSUD dr Soedono, Madiun. Namun, yang bersangkutan belum diketahui apakah positif terinfeksi korona atau tidak. ‘’Sampai saat ini, kami belum mendapatkan pemberitahuan dari Dinkes Jatim,’’ ujarnya.

Didik menuturkan, saat ini ada delapan pasien positif korona yang tengah dirawat di RSUD dr Soedono. Kondisi mereka terus membaik. Pun, pihaknya intens berkomunikasi dengan pihak rumah sakit milik pemprov itu untuk mengetahui perkembangannya. ‘’Kondisi PDP juga terus kami pantau,’’ tuturnya.

Sementara, Bupati Suprawoto akhirnya ’’mengisolasi’’ lingkungan positif korona asal Kecamatan Barat yang meninggal. Akses keluar masuk di lingkungan tersebut dibatasi demi mempersempit penyebaran Covid-19. ‘’Kami berlakukan physical distancing,’’ katanya.

Kang Woto –sapaan akrab Suprawoto- menambahkan, penanggulangan wabah Covid-19 merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, dia mengimbau semua elemen masyarakat kompak melakukan upaya pencegahan. ‘’Mudah-mudahan kita bisa melewati masa ini,’’ harap mantan sekjen Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) itu.

Pantauan Jawa Pos Radar Magetan, wilayah kota mendapatkan perhatian khusus. Sejumlah ruas jalan diportal dan dijaga petugas kepolisian serta dinas perhubungan (dishub). Pun, kawasan alun-alun hanya satu ruas jalan yang dibuka. Namun, arus lalu lintas tampak lengang ketimbang hari-hari biasa. ‘’Masyarakat sudah kami imbau dan minta untuk di rumah saja kalau tidak ada kepentingan yang mendesak,’’ tutur Kang Woto.

Pencegahan penyebaran Covid-19 juga dilakukan di desa-desa. Warga bersama perangkat desa bahu-membahu menyemprotkan disinfektan ke rumah-rumah penduduk, poskamling, hingga kantor desa. Ada yang menggunakan alat penyemprot konvensional, ada pula yang melibatkan mobil tangki. ‘’Kami beri keleluasaan bagi pemdes menggunakan DD (dana desa, Red) untuk pencegahan korona di desa,’’ pungkasnya. (bel/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close