Madiun

Satu Nakes Positif, Pelayanan RSUD dr Soedono Tetap Berjalan Normal

Tim Khusus Penanganan Covid-19 Dirombak

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pelayanan di RSUD dr Soedono berangsur pulih. Tercatat sejak Maret, jumlah kunjungan rawat jalan turun hingga 30 persen. Bahkan layanan operasi mengalami penurunan hingga 70 persen dan hanya dikhususkan emergency.

Direktur RSUD dr Soedono Madiun dr Bangun Trapsila Purwaka mengatakan tingkat kunjungan berangsur pulih sejak Juni. Ditandai dibukanya kembali pelayanan elektif dengan menerapkan protokol kesehatan sebagaimana adaptasi kebiasaan baru (AKB) yang diinstruksikan pemerintah pusat. ‘’Kami pastikan aman karena pasien Covid-19 dan non-Covid-19 dipisahkan,’’ kata Bangun.

Seluruh tenaga kesehatan (nakes) wajib mematuhi standard operating procedure (SOP) yang ditetapkan. Mulai mengenakan alat pelindung diri (APD) sesuai zona hingga menerapkan SOP di bagian pelayanan. ‘’Kami sudah bagi zona hijau, kuning, oranye, dan merah. Sehingga kami pastikan aman,’’ ujarnya.

Seluruh prosedur itu diterapkan sebagai bentuk jaminan yang diberikan rumah sakit kepada pasien non-Covid-19 agar tidak terinfeksi severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir jika hendak berobat ke rumah sakit milik Pemprov Jatim itu. ‘’Kami pastikan aman, rumah sakit menjamin pasien non-Covid-19 tidak terpapar Covid-19,’’ tegasnya.

Pada sisi lain, manajemen rumah sakit merombak total tim khusus penanganan Covid-19 di rumah sakit milik Pemprov Jatim itu. Menyusul satu nakes yang tergabung bersama 90 nakes dalam tim, terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil swab test Minggu lalu (2/8). Pasien ber-KTP Sragen, Jawa Tengah, itu baru tergabung dua pekan lalu dan indekos di Kota Madiun. ‘’Masuk kategori kasus konfirmasi tanpa gejala (asimtomatik, Red). Nakes tersebut menangani pasien Covid-19,’’ beber Bangun.

Sebagai antisipasi, saat ini nakes tersebut menjalani isolasi. Juga telah dilakukan pelacakan (tracing) kepada nakes yang kontak erat. Pun, sebagian besar nakes yang tergabung dalam tim khusus itu telah dirumahkan untuk menjalankan prosedur isolasi mandiri sembari menantikan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR). ‘’Tidak sedikit jumlahnya. Mereka saat ini isolasi mandiri. Karena itu, full team khusus penanganan Covid-19 diganti yang baru,’’ sebutnya.

Bangun menjelaskan, nakes yang telah menerapkan SOP dengan ketat dan menjalani rapid test antibody rutin sepuluh hari sekali, tidak luput dari infeksi Covid-19. Karena itu, dia berharap kasus perdana ini dapat menjadi edukasi sekaligus peringatan kepada masyarakat. Agar tidak menyepelekan protokol kesehatan, utamanya memakai masker dan rajin cuci tangan. ‘’Nakes sudah kami rawat di ruang isolasi,’’ ujarnya.

Manajemen juga merotasi nakes yang bertugas di tim khusus penanganan Covid-19. Serta menginstruksikan agar tidak terlalu lama berinteraksi dengan pasien positif Covid-19 saat memberikan pelayanan di ruang isolasi. ‘’Kami bertindak cepat agar pelayanan tetap berjalan normal. Sangat penting menjaga kesehatan nakes. Kalau mereka sakit, siapa yang akan melayani masyarakat,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close