Madiun

Satu Arah Depan BCA Picu Antrean Panjang di Jalan Seram

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Dampak penerapan one way atau satu jalur di Jalan PB Sudirman (depan BCA) dan Jalan Kenari berpotensi memicu masalah baru. Salah satunya antrean panjang di kawasan Jalan Seram.

Kondisi ini tak bisa ditampik Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun Ansar Rasidi. Pasca nantinya Jalan PB Sudirman (depan BCA) jadi satu arah, maka pengendara otomatis belok ke kiri di Jalan dr Sutomo. Jadi persoalan memang ketika pengendara hendak menuju arah Stadion Wilis atau wilayah perempatan traffic light Klegen. Otomatis memang harus berbelok lagi ke kawasan Jalan Seram. Selanjutnya, ke Jalan Bali dan belok ke PB Sudirman lagi. ‘’Kemungkinan titik itu (Jalan Seram, Red) yang bakal kami evaluasi,’’ kata Ansar.

Prediksi penumpukan volume itu lantaran jalan sempit. Sedangkan volume kendaraan bertambah. Sehingga titik tersebut yang mendapat perhatian khusus saat penerapan uji coba 6 September mendatang. ‘’Kalau mengubah sedikit masih dimungkinan bisa,’’ ungkapnya.

Di titik tersebut masih dapat diubah berdasarkan hasil evaluasi. Seputar rencana alternatif rekayasa di titik tersebut, Ansar enggan memberikan bocoran. Dia menyebut prediksi itu dapat mbleset. ’’Ternyata dari hasil evaluasi normal dan tidak terjadi masalah, berarti tidak ada yang perlu diubah,’’ terangnya.

Perubahan dari hasil evaluasi nantinya tidak dapat mengembalikan aturan baru yang diterapkan. Artinya, aturan itu tidak dapat dikembalikan seperti sistem yang masih diterapkan untuk hari ini. ’’Bahwa ada perbaikan dan perubahan sedikit-sedikit berdasarkan evaluasi, itu mungkin. Tapi, kalau mengembalikan seperti semula itu tidak mungkin,’’ tuturnya.

Keputusan final itu menurutnya telah diputuskan melalui jalan panjang. Yakni, berbagai kajian sejak awal tahun ini di titik tersebut. Serta hasil analisis Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) menunjukkan jalur tersebut harus diubah. ’’Kami uji cobakan satu minggu dulu, setelah itu kami evaluasi,’’ jelasnya.

Tahap uji coba diterapkan selama satu minggu. Waktu sepekan itu digunakan untuk menelaah kemungkinan masalah yang muncul. Juga menjadi sarana edukasi dan sosialisasi bagi pengendara. ‘’Tentu setelah uji coba baru diterapkan. Pada saat diterapkan tidak ada toleransi bagi yang melanggar,’’ tegasnya. (kid/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close