Ngawi

Satpol PP Ngawi Sulit Identifikasi Reklame Bodong

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Upaya Satpol PP menertibkan reklame bodong menemui kendala. Korps penegak perda kesulitan mengidentifikasi reklame yang berizin dan ilegal. ‘’Selama ini memang tidak ada identitas atau tanda mana reklame yang berizin dan tidak,’’ kata Kabid Penegakan Perundang-undangan Satpol PP Ngawi Arif Setiyono Minggu (22/9).

Belum lama ini, Arif bersama anak buahnya melakukan penertiban reklame yang melanggar aturan. Di antaranya, karena pemasangannya di tempat terlarang. Dari kegiatan itu, pihaknya memberedel belasan spanduk dan round text yang dipasang sembarangan. ‘’Pokoknya yang melanggar kami copot, entah berizin atau tidak,’’ ujar Arif.

Arif mengaku, dalam menertibkan reklame itu hanya berpatokan pada aturan pemasangan yang dilarang. Misalnya dipaku di pohon dan dipasang pada tiang traffic light. Sementara, reklame yang dipasang pada tempatnya dipastikan aman meski tidak mengantongi izin Dinas Penanaman Modal dan Pelayaan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Ngawi. ‘’Ya karena tidak bisa dideteksi sudah berizin atau tidak,’’ ungkapnya.

Dalam operasi penertiban reklame kala itu, sejumlah spanduk maupun round text diketahui dipasang menyalahi aturan. Salah satunya milik sebuah instansi pemerintah. Namun, petugas satpol PP tetap memberedel karena melanggar aturan yang berlaku.

Kabid Perizinan DPMPTSP Ngawi Budiono menjelaskan, sejak tahun ini reklame yang telah mengantongi izin ditempeli stiker berbunyi ’’reklame ini sudah berizin’’. Lalu, di bawahnya terdapat tulisan masa berlaku. Namun, dia menyebut kebanyakan reklame tidak terdapat stiker maupun tulisan tersebut. ‘’Sebagian besar vendor tidak memasangnya,’’ sebut Budiono.

Meski demikian, dia mengklaim pihaknya selalu melakukan monitoring dan evaluasi (monev). Tujuannya untuk memastikan reklame berizin telah dipasang stiker dan masa berlakunya. Pun, yang belum berizin diberi tanda supaya pihak satpol PP lebih mudah mengidentifikasinya. ‘’Hampir setiap bulan kami lakukan monev,’’ klaimnya.

Budiono menambahkan, pada tahun ini tipologi reklame di seluruh wilayah Ngawi sudah dapat dipetakan koordinat pasangnya sehingga compliance (kepatuhan) pemasangan lebih mudah dipantau. Sedangkan soal langkah satpol PP menertibkan reklame tidak pada tempatnya, menurut dia, sudah tepat. Termasuk milik instansi pemerintah sekalipun. ‘’Yang pemasangannya salah (lokasi) itu pasti tidak berizin,’’ tegasnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close