Ngawi

Satpol PP Ngawi Bongkar Reklame Karatan Milik Sesama OPD

Dinilai Membahayakan karena Rawan Ambruk

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Ternyata tidak hanya pengusaha nakal yang membiarkan reklame izinnya expired tetap berdiri di tepi jalan. Ada juga organisasi perangkat daerah (OPD) yang melakukan hal serupa. Sebuah reklame di Jalan Raya Ngawi-Maospati masuk Desa Klitik, Geneng, misalnya. ‘’Milik pemda, dalam hal ini DPUPR (dinas pekerjaan umum dan penataan Ruang, Red),’’ kata Kabid Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Ngawi Arif Setiyono Selasa (3/12).

Meski milik sesama OPD, satpol PP enggan tebang pilih. Kemarin reklame itu dibongkar paksa petugas korps penegak perda. Apalagi, kondisinya dinilai membahayakan. Kerangka besinya sudah berkarat hingga reklame yang diperkirakan sudah terpasang lebih dari 10 tahun itu ambruk ketika tertiup angin kencang. ‘’Izinnya sudah tidak berlaku,’’ ujarnya.

Mengapa reklame itu baru dibongkar sekarang? Arif tidak menjelaskan secara rinci. Dia hanya mengatakan bahwa pembongkaran itu dilakukan dari hasil penelusuran satpol PP. Bukan pengaduan warga sekitar maupun permintaan OPD pemilik reklame tersebut. ‘’Informasinya dari internal kami sendiri. Setelah dicek ternyata memang membahayakan,’’ tuturnya.

Arif menyebut, penertiban reklame yang perizinannya telah expired bakal terus dilakukan. ‘’Tapi tidak bisa serentak. Satu per satu karena menyangkut anggaran juga,’’ kata Arif.

Sebenarnya ada reklame milik swasta yang juga sudah habis masa izinnya. Yaitu, reklame jenis bando di Jalan Jenderal Sudirman. Namun, sampai saat ini dibiarkan berdiri tegak. Pasalnya, pembongkaran terkendala anggaran yang terlampau besar. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close