Madiun

Satpol PP dan Dinkes Sepakat Tutup Warem Pajaran

MADIUN – Dinas Kesehatan (dinkes) merasa diuntungkan dengan penertiban warung remang (warem) di Pajaran, Saradan. Penindakan Satpol PP itu mengakhiri kegalauan dinkes yang selama ini sulit menembus kawasan hitam di perbatasan tersebut. ‘’Selama ini, kami hanya bisa mengecek kesehatan saat mengiringi penertiban. Di luar itu, selalu menuai penolakan,’’ kata Agung Tri Widodo, Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun.

Padahal, lanjut Agung, dinkes selalu mendapati PSK yang terdeteksi HIV/AIDS setiap pemeriksaan. Tak jarang pula memeriksa orang yang sama dari penertiban sebelumnya. ‘’Kami pun selalu memulangkan ke kampung halaman dan memantau kondisinya. Tapi, selalu saja kembali mangkal,’’ tukasnya.

Jika mereka kooperatif, dinkes sebenarnya siap memberikan pendampingan intensif. Sebab, penyakit menular yang mengintai orang berisiko tinggi tak hanya HIV/AIDS. Koordinasi dengan dinkes di luar daerah terus dilakukan setelah proses pemulangan. Bahkan, ada pula yang direhabilitasi. ‘’Tetapi mereka tidak kapok. Memang sebaiknya ditutup saja,’’ ujarnya.

Agung berharap penutupan warem di Pajaran, Saradan berlaku selamanya. Tak ada lagi praktik prostitusi di wilayah perbatasan di kemudian hari. Sebab, dinkes habis upaya untuk melakukan pemeriksaan berkala. ‘’Setiap warung yang kami datangi tak pernah bersedia diajak kerjasama. Padahal, ini juga demi kebaikan mereka,’’ pungkasnya. (fat/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close