Magetan

Satpol PP-Damkar Akhirnya Tempati Gedung Baru DPPKAD

MAGETAN – Sekretaris Daerah (Sekda) Magetan Bambang Trianto (BT) akhirnya mengabulkan permintaan Chanif Tri Wahyudi. Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Magetan diperkenankan menempati gedung Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD) yang baru. ’’Satpol PP dan Damkar akan menjadi satu kantor dengan bakesbangpol (badan kesatuan bangsa dan politik),’’ kata sekda.

Chanif tidak sendirian menempati gedung dua lantai di Jalan Tripandita itu. Sesuai rencana, Chanif bakal sekantor dengan Eko Muryanto. Korps penegak perda bakal menempati lantai bawah. Sedangkan bakesbangpol di lantai 2. Meski satpol PP dan damkar dikeluarkan dari lingkup pusat pemerintahan (puspem), namun BT tak khawatir dengan keamanan puspem. Terutama lingkup Pendapa Surya Graha. Mengingat di situlah Bupati Magetan Suprawoto tinggal. ’’Di sana tetap ada penjaganya,” ujarnya.

Jika gedung DPPKAD yang dibangun tahun lalu ditempati satpol PP dan damkar beserta bakesbangpol, lalu di mana Suci Lestari dkk bakal berkantor? Rupanya Suci bakal ditarik sekantor bersama BT. DPPKAD akan dimasukkan ke gedung Setdakab Magetan. ’’Ini untuk pendekatan layanan. DPPKAD harus jadi satu dengan setdakab,’’ tuturnya.

Kedatangan Suci rupanya memakan korban. Mei Sugiharti bakal dipindah dari setdakab Magetan. Inspektorat bakal menempati gedung di Jalan Tripandita. Sebab, sebagai aparat pengawasan intern pemerintahan (APIP) harus independen. Banyak pemeriksaan yang dilaksanakan para inspektur setiap harinya. ’’Diharapkan pemeriksaan yang dilakukan di luar setdakab itu nantinya bisa lebih mantap,” ucapnya.

Saat ini, dikatakan BT, Bakesbangpol Magetan sudah boyongan ke kantor barunya. Namun, untuk Inspektorat bakal ditunda terlebih dahulu. Yakni, menunggu proses pemeriksaan dari Badan Pengawas Keuangan (BPK) RI kelar dilaksanakan. Jika dipindah sekarang, dia khawatir bakal berdampak pada pemeriksaan yang dilakukan BPK. ‘’Datanya banyak, nanti ruwet,’’ katanya.

Pun dengan Satpol PP dan Damkar Magetan. Chanif juga masih betah tinggal di kantornya yang lama. Dia masih belum boyongan ke Jalan Tripandita. Biarpun gedungnya itu bakal diminta kembali untuk dijadikan gedung kesenian. ’’Kalau ada masyarakat yang membutuhkan gedung itu untuk hiburan, bisa digilir nanti waktunya,” pungkasnya. (bel/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button