Mejayan

Satpol PP Beredel Ratusan Reklame Bodong

Tepikan Tipiring Pemasang

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Getol cari untung tapi menolak kewajiban. Ungkapan itu kiranya tepat menggambarkan watak pemasang berbagai jenis reklame di tepi jalan Kabupaten Madiun.

Selain merusak pemandangan, keberadaannya melabrak Perda 20/2011 tentang Penyelenggaraan Reklame. Kamis (5/11) satpol PP memberedelnya. ‘’Semua reklame ilegal,’’ kata Kabid Penegakan Produk Hukum Daerah (PPHD) Satpol PP Kabupaten Madiun Danny Yudi Satriawan.

Danny menyebut tidak ada izin keluar untuk memasang reklame sejak 2019. Reklame bodong tertumpuk nyaris dua tahun. Pihaknya ambil sikap tegas. ‘’Dimulai pekan ini, ratusan lembar banner reklame dari berbagai titik telah kami amankan di mako,’’ ujarnya.

Kecamatan Mejayan lokasi pertama berburu reklame liar. Terutama yang menempel di pohon. Dilanjutkan menyisir Kecamatan Geger, Jiwan, dan Balerejo. ‘’Wilayah lain yang banyak reklame ilegal juga akan kami tindak,’’ janjinya.

Satpol PP  tak mau asal gebuk membawa pelanggaran itu ke ranah hukum. Upaya preventif di atas tindak pidana ringan (tipiring). Danny tidak menampik bahwa dari reklame yang telah dieksekusi terdapat keterangan identitas pemasang. ‘’Misal ada pihak yang tidak terima dengan eksekusi ini, tapi terbukti pemasangannya tanpa izin, akan ke arah situ (hukum, Red),’’ terangnya.

Lantas bagaimana dengan reklame imbauan dari instansi? Danny menyebut, surat pemberitahuan akan dilayangkan. Kesalahannya lebih pada pemasangan reklame di tempat umum. ‘’Supaya ke depannya pemasangan bisa tertib sesuai aturan,’’ pungkasnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button