features

Sarjana Informatika Ini Pilih Jadi Pengusaha Susu Kedelai

Kegemarannya mengonsumsi susu kedelai sejak kecil membuat Fadlitsaniya Abshar Nurramadan melirik jenis minuman itu sebagai ladang bisnis. Kini, produknya telah merambah luar daerah seperti Malang, Bekasi, Jogjakarta, Surabaya, dan Bali.

ELIT AS-FRISKA OF, Jawa Pos Radar Madiun

JARUM jam menunjukkan pukul 03.00 dini hari. Namun, Fadlitsaniya Abshar Nurramadan telah sibuk dengan rutinitasnya. Yakni, memisahkan biji kedelai dari kulit arinya setelah sebelumnya direndam air selama sembilan jam di baskom.

Untuk memastikan semua biji kedelai telah bersih, pemuda 24 tahun tersebut menyaringnya beberapa kali. Setelah itu, biji kedelai digiling menggunakan mesin hingga halus. Tahapan berikutnya, disaring dengan kain halus sebelum akhirnya direbus. ‘’Saat sudah hangat diberi gula,’’ ujarnya, Jumat (20/8).

Fadli –sapaan Fadlitsaniya Abshar Nurramadan- merintis usaha susu kedelai sejak tahun lalu. Awalnya dia sempat menemui kegagalan dan menyebabkan produknya kurang terjangkau konsumen. Fadli baru menemukan formula yang pas setelah melakukan enam kali percobaan. ”Biasanya susu kedelai itu kan terlalu cair, kalau ini saya buat agak kental dan lebih terasa kedelainya,” bebernya.

Warga Jalan Ngebong, Kelurahan Banjarejo, Taman, itu mendapatkan resep pembuatan susu kedelai dari internet. Kini, Fadli sudah mampu menghasilkan tujuh varian rasa. Yakni, original, vanila, matcha, durian, cokelat, stroberi, dan kurma. ‘’Awalnya cuma original dan vanila,” sebutnya.

Selama ini Fadli memasarkan produk susu kedelai buatannya melalu media sosial seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Hasilnya, sejumlah instansi pemerintah maupun BUMN seperti kantor kecamatan, pemkab, disnaker, Inka, dan bank berlangganan padanya.

Tak hanya pasar lokal, susu kedelai buatan Fadli juga telah merambah Malang, Bekasi, Jogjakarta, Surabaya, dan Bali. Pun, kini dia telah memiliki empat dropshipper. Tiga di Kota Madiun dan satu lainnya di Bekasi. ”Pengemasan ke luar kota harus dalam bentuk susu beku agar tidak basi,” kata Fadli. ”Produk saya bisa berkembang juga karena ikut pelatihan UMKM dari disnaker,” imbuhnya.

Produk susu kedelai hasil olahan alumnus Teknik Informatika Universitas Brawijaya itu mampu bertahan tujuh jam di tempat terbuka dan dua hari jika disimpan di lemari pendingin. Sedangkan jika dibekukan di freezer bisa tahan sampai seminggu. ‘’Harganya mulai Rp 2.000 sampai Rp 13 ribu,” tuturnya. * (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button