Magetan

Sarangan Bakal Digelontor Duit Rp 100 Miliar

Akan Direvitalisasi untuk Imbangi Sisi Timur Jatim

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Perpres 80/2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi direspons positif Pemkab Magetan. Salah satunya, menyiapkan anggaran revitalisasi kawasan objek wisata Telaga Sarangan Rp 100 miliar. Tahun ini dimulai dengan menyusun rencana. ‘’Akan ada penataan besar-besaran. Masterplan sudah jadi akhir 2019 lalu,’’ kata Kabid Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Magetan Hadi Sumarno Kamis (9/1).

Sumber dana yang digunakan dari APBN, APBD, dan kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Hanya, nominal dari pemerintah pusat dan KPBU belum dipastikan. Pun APBD yang akan dikucurkan tak begitu banyak. ‘’Makanya butuh perencanaan matang. Ketika dana sudah siap, bisa action,’’ ujarnya.

Hadi optimistis dana itu bakal didapatkan. Sebab, Pemprov Jatim sudah berkomitmen mengembangkan kawasan wisata ikon Magetan tersebut. Telaga Sarangan jadi destinasi wisata alternatif Jatim sisi barat. Terlebih Magetan jadi pintu masuk dari Jateng melalui koridor B. Masyarakat yang masuk wilayah Jatim harus disuguhi dan dibuat mampir ke Sarangan. ‘’Sarangan jadi konsentrasi Pemprov Jatim di wilayah barat,’’ terangnya.

Pengembangan wisata Sarangan tak lain untuk mengimbangi kawasan wisata Jatim di wilayah Timur. Yakni, kawasan Bromo, Tengger, dan Semeru (BTS). Wilayah barat harus sama majunya dengan timur. Tidak boleh jomplang. Keberadaan Telaga Sarangan punya nilai plus yang harus dimanfaatkan. Keindahan alam Gunung Lawu sangat layak dijual kepada wisatawan. ‘’Sarangan jadi destinasi dan ikon Magetan. Jadi, akan besar jika dananya siap,’’ ungkapnya.

Hadi memprediksi, efektif penyaluran dana itu pada 2021 mendatang. Dana tersebut bakal bergulir hingga lima tahun. Berbekal pada masterplan pengembangan kawasan wisata Sarangan, dipastikan akan mudah membelanjakan dan menerapkan pengembangannya. ‘’Belum ada timeline pasti. Tapi, dari perencanaan, 2021 sudah bisa berjalan,’’ sebutnya.

Menurut Hadi, saat ini dana itu masih dalam pembahasan. Sehingga, dalam pelaksanaannya nanti ada kejelasan. Sebab, tak hanya melibatkan Pemkab Magetan. Namun, banyak pihak. Terlebih keberadaan kawasan wisata itu di tengah permukiman. Sudah semestinya melibatkan lembaga masyarakat setempat. ‘’Bicara soal Sarangan tidak bisa setengah-setengah, harus menyeluruh. Karena masalah di dalamnya sangat kompleks,’’ pungkasnya. (bel/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button