Ponorogo

Santri Ponpes di Ponorogo Tetap Belajar Tatap Muka

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Pembelajaran tatap muka selama pandemi Covid-19 tetap dilakukan oleh pondok pesantren (ponpes) di Ponorogo. Mereka tak seolah peduli dengan kebijakan PPKM yang saat ini sedang dijalankan pemerintah.

Ponpes Darul Huda Mayak Ponorogo, misalnya. Selama ini memberlakukan ribuan santriwan dan santriwatinya bermukim. Madrasah di lingkup pondok tetap memberikan materi pelajaran umum setiap pagi. Sore hingga malam berlangsung pendidikan agama Islam. Pimpinan dan Pengasuh Ponpes Darul Huda Mayak KH Abdus Sami’ Hasyim merasa bersyukur karena tidak seorang pun warga pondoknya terpapar coronavirus. ‘’Selalu jaga ketat protokol kesehatan, kami sangat berhati-hati dengan penularan virus,’’ katanya, Kamis (26/8).

Padahal, ada 6.000 santriwan dan santriwati yang bermukim di ponpes seluas 16,5 hektare itu. Gus Amik –sapaan KH Abdus Sami’ Hasyim– tak menampik sosial distancing (jarak sosial) sulit berlaku di dalam pondok. Penghuni kerap berkerumun. Namun, pengelola pondok sengaja membatasi interaksi warga pondok dengan tamu. Tanpa kecuali, pihak keluarga. Pondok juga menyiapkan alat tes GeNose dan rapid antigen. ‘’Untuk memberi kenyamanan warga pondok,’’ jelasnya.

Gus Amik mengungkapkan, pihaknya segera melakukan deteksi dini jika mendapati santriwan atau santriwati bergejala sakit. Mereka wajib istirahat sekalian menjalani testing Covid-19. Pengelola ponpes juga menerapkan seleksi barang kiriman dari wali santri. ‘’Keluarga dilarang menjenguk, tapi boleh mengirim barang,’’ terang Gus Amik sembari menyebut 98 persen ustad dan ustadah sudah menjalani vaksin.

Ayyub Ahdiyan Syam, Kasi Pendidikan Diniyah Pondok Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) Ponorogo, mengatakan bahwa setiap pondok wajib menyediakan ruang isolasi bagi yang sakit. Selain itu, santri yang terpaksa pulang harus melakukan isolasi selama 14 hari. ‘’Ada petugas di pos kesehatan pesantren yang terus melakukan pemantauan. Mereka merupakan kader gugus penanganan Covid-19, juga aktif berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Ponorogo,’’ ungkapnya.

Sementara itu, ada sekitar 70 persen madrasah di berbagai tingkatan yang bergabung dengan pondok pesantren. Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Ponorogo Marjuni menyebut, siswa madrasah yang bermukim di ponpes maka otomatis menjalani pembelajaran tatap muka. Bisa jadi, anak pondok akan lebih pintar dibandingkan pelajar sekolah umum. (mg7/c1/hw/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button