Ngawi

Santri Jangan Dipolitisasi

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Kalangan pesantren menyimpan kerisauan tersendiri terkait momen Pilkada Ngawi 2020. Mereka khawatir para santri dijadikan komoditas politik untuk mendulang suara. ‘’Kami sepakat bahwa santri jangan dipolitisasi,’’ kata KH Muhamad Dumami, pimpinan Ponpes Mamba’ul Hikmah, Paron, Rabu (21/10).

Dumami mengaku selama ini belum pernah menemui kasus politisasi santri di Ngawi. Namun, bertepatan dengan momen pesta demokrasi daerah, bukan berarti hal itu tidak mungkin terjadi. ‘’Santri itu masih belajar. Belajar agama, belajar amanah, dan sebagainya. Masih bersih lah istilahnya. Jadi, jangan sampai dikotori dengan politik,’’ tegasnya.

Menurut dia, di kalangan pesantren para santri wajib sami’na wa atho’na (mendengar dan melaksanakan) segala hal dalam konteks ilmu agama yang disampaikan pengasuhnya. Namun, jika hal itu dimanfaatkan untuk kepentingan politik dikhawatirkan menimbulkan pengaruh buruk. ‘’Santri dititipkan ke pesantren oleh orang tuanya itu kan untuk belajar,’’ ujarnya.

Terkait peringatan Hari Santri tahun ini, Dumami menyebut nuansanya berbeda dengan sebelumnya karena adanya pandemi Covid-19. Jika biasanya digelar kirab, kali ini tidak ada. Pesantren diarahkan untuk sekadar menggelar kegiatan upacara dan istighotsah di ponpes masing-masing. ‘’Tidak ada kegiatan eksternal,’’ pungkasnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button