Ponorogo

Santri Bukan Komoditas Politik

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Kaum santri berpotensi jadi komoditas kontestan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Ponorogo mendulang suara. Sebab, basis pemilih bersarung ini lumayan besar di Bumi Reyog.

Bagian Administrasi Kesejahteraan Masyarakat Setdakab Ponorogo mencatat, total 31 ribu santri tersebar di berbagai pondok pesantren (ponpes). Jumlah ponpes, yang terdaftar maupun tidak, diperkirakan mencapai ratusan lembaga.

Sudah menjadi rahasia umum suara santri acap diperebutkan untuk kepentingan politik. ‘’Karena itu, di setiap pemilu kami menaruh atensi khusus,’’ kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ponorogo KH Anshor M. Rusdi Rabu (21/10).

Kemarin sore MUI menggelar rapat khusus membahas situasi pilkada. MUI mengingatkan agar ponpes tidak disusupi kepentingan politik. ‘’Kami juga mengacu kebijakan MUI provinsi dan pusat dalam memandang pemilu. Dikhawatirkan angka golput akan besar,’’ ujarnya.

Menurut Rusdi, menyalurkan hak pilih adalah kewajiban bagi umat Islam. Istilahnya, nasbul imamah (memilih pemimpin). ‘’Memilih pemimpin itu salah satu kewajiban bagi yang punya hak pilih. Mana yang diyakini terbaik, pilihlah,’’ tutur Rusdi.

Namun, dia menegaskan bahwa menggunakan hak pilih merupakan hak personal. Karena itu, tidak boleh ada upaya pengerahan memilih melalui ponpes. Sebab, hanya akan mencederai sakralnya pendidikan di ponpes. ‘’Jangan sampai santri dianggap komoditas. Tidak etis. Karena politik itu hak personal,’’ ungkapnya.

Rusdi berharap para pengasuh dan kiai di ponpes tidak terlibat terlalu dalam di pilkada. Mereka adalah panutan para santri. Sepatutnya tidak mencampuradukkan pendidikan dengan politik. Apalagi mengerahkan santri memilih pasangan calon (paslon) tertentu. ‘’Kiblatnya santri itu kiai. Tapi, sungguh tidak elok jika sampai mengerahkan. Kalau sebatas menganjurkan menyalurkan hak pilih, itu bagus,’’ jelasnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button