Ngawi

Sanksi Denda Segera Berlaku

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Sanksi denda bagi warga yang melanggar protokol kesehatan pencegahan persebaran Covid-19 bakal segera diberlakukan di Ngawi. Pemkab bersama forum komunikasi pimpinan kepala daerah (forkopimda) setempat Selasa (14/9) sengaja menggelar rapat koordinasi (rakor) untuk membahas rencana penerapan sanksi tersebut.

Kapolres Ngawi AKBP Dicky Ario Yustisianto mengatakan, mulai kemarin Pergub Jatim Nomor 53 Tahun 2020 sudah resmi diberlakukan. Sesuai aturan tersebut, warga yang melanggar protokol kesehatan bisa dikenai denda sebesar Rp 250 ribu. ‘’Sebenarnya di Ngawi juga sudah mulai dilaksanakan, tapi untuk besaran dendanya masih kami bicarakan lagi,’’ ujar Dicky.

Selain kapolres, pembahasan rencana pemberian sanksi denda kemarin juga dihadiri ketua pengadilan negeri (PN), kepala kejaksaan negeri (kajari), dan sekretaris daerah (sekda) Ngawi. ‘’Kondisi masing-masing daerah kan berbeda. Karena itu, besaran dendanya nanti kemungkinan juga berbeda dengan daerah lain,’’ tuturnya.

Pihaknya bersama satpol PP terus melakukan operasi penertiban pelanggar protokol kesehatan siang dan malam. Sasarannya warga yang tidak mengenakan masker dan pengusaha yang abai protokol kesehatan. ‘’Sementara sebatas dikenai sanksi fisik dan penyitaan e-KTP, tapi nanti akan ditindaklanjuti dengan sanksi yang lebih tegas,’’ terangnya.

Sementara itu, dalam operasi kemarin sejumlah warga yang kedapatan melanggar protokol kesehatan mendapat sanksi push-up dan menghafal Pancasila. Mereka terjaring razia di sejumlah titik seperti pusat perbelanjaan, terminal, dan rumah sakit. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button