Magetan

Sandika Widya Kartika, Anggota TRC BPBD yang Hobi Pelihara Ular

Sering Jinakkan Ular sejak Aktif di Komunitas Pencinta Reptil

Sandika Widya Kartika mempunyai hobi tak biasa seperti anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Magetan. Dia gemar memelihara ular. Bahkan saking sukanya dengan hewan melata itu, pria 26 tahun tersebut mempunyai job sampingan sebagai pawang ular.

====================

FATIHAH IBNU FIQRI, Magetan, Jawa Pos Radar Magetan

LAPORAN darurat mengenai keberadaan ular diterima Pusdalops BPBD Magetan, Kamis lalu (19/12). Informasi itu berasal dari warga yang tinggal di Desa Sempol, Kecamatan Maospati. Mereka melaporkan keberadaan ular di sebuah rumah kosong di RT 06 RW 02.

Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan menerjunkan sejumlah anggota TRC. Salah satunya Sandika Widya Kartika. Pria 26 tahun itu sangat antusias mendengar laporan dari warga tersebut.

Dia sangat berharap ular itu dapat ditemukan. Sehingga, bisa menambah koleksi hewan melata tersebut di rumahnya. Tapi, setelah dicari hampir satu jam, ular yang dimaksud warga tak ditemukan. Sesuai laporan, ular itu berjenis sanca besar. ‘’Padahal, kalau ketangkap mau saya bawa pulang untuk dipelihara,’’ kata Sandika.

Selama ini Sandika memang dikenal sebagai pencinta reptil. Salah satunya ular. Di rumahnya di Desa Sugihwaras, Kecamatan Maospati, ada lima ekor ular peliharaan. Jenisnya bermacam-macam. Ada ular cincin emas dan piton. ‘’Kalau yang ular piton saya namai Kliwon,’’ ungkapnya.

Awal ketertarikan dengan ular sejak 2013 silam. Bermula ketika dirinya bergabung dengan komunitas reptil di Kota Madiun. Ular yang pertama dibelinya berjenis piton kecil. Ukurannya sekitar tiga meter.

Saat aktif di komunitas tersebut, Sandika mulai belajar cara menjinakkan ular berbisa. Menurutnya, hal itu sangat sulit dilakukan. Terutama bagi mereka yang masih pemula. Karena metode penjinakan ular berbeda-beda. Tergantung pada jenis ular tersebut. ‘’Yang pasti, ular tidak suka diperlakukan kasar. Jadi, sifatnya seperti manusia. Kalau diperlakukan dengan baik, pasti mudah untuk dijinakkan,’’ jelasnya.

Warga tidak perlu khawatir jika rumahnya kemasukan ular. Sandika menyarankan agar sekeliling rumah disemprot minyak wangi. Dengan begitu, indra penciuman ular akan terganggu. Sehingga, ular pasti akan pergi. ‘’Kalau ditaburi garam tidak memberikan efek berarti bagi ular tersebut,’’ ujarnya. ****(her/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button