features

Sandang Predikat Komika, Danang Dituntut Piawai Bermain Kata

Komika muda terus bermunculan di Kota Madiun. Satu nama yang pantas dikedepankan adalah Danang Dwi Fajar Armansyah. Meski usianya baru menginjak 22 tahun, jam terbang pemuda itu di dunia stand-up comedy sudah terbilang tinggi.

SRI MULYANI, Jawa Pos Radar Madiun

MULUT Danang Dwi Fajar Armansyah tampak komat-kamit menghafal materi monolog yang akan dibawakan malam itu. Sesekali kepalanya terlihat mengangguk-angguk mengikuti irama alunan musik rock dari ponsel pribadi yang sengaja diputarnya.

Tibalah saat namanya disebut pembawa acara. Danang bergegas maju dan berdiri tepat di depan mik. Mulailah dia melucu, mengangkat topik-topik ringan semacam pengalaman pribadi dan percintaan remaja. Celetukan jenakanya pun mampu mengundang gelak tawa penonton.

Perjalanan karier Danang sebagai komika dimulai pada 2014 silam saat masih duduk di bangku SMP. Berawal saat diminta tampil melucu di panggung oleh gurunya. ‘’Belajar dari kakak yang lebih dulu jadi komika. Awal-awal latihan saya diminta sering menulis. Katanya, kalau sudah pandai menulis materi, pasti lancar ngomong ke penonton,’’ kenangnya, Sabtu (28/8).

Selama ini Danang mengasah keterampilannya melucu lewat sharing bersama anggota komunitas stand-up comedy. Baik kumpulan komika Madiun maupun luar daerah. ‘’Intinya, sebelum tampil persiapannya harus benar-benar matang. Juga wajib punya plan B, C, dan seterusnya untuk mengantisipasi jika respons penonton datar,’’ papar pemuda 22 tahun itu.

Materi yang dibawakan Danang selama ini tidak jauh-jauh dari pengalaman sehari-hari maupun lingkungan pergaulannya. Tak jarang pula dia melakukan observasi untuk menemukan materi stand-up–nya. ’’Saya dulu pernah naik bus Madiun-Surabaya berkali-kali hanya untuk melihat pengamen yang membawakan cerita wayang,’’ ungkapnya.

Bersamaan jam terbangnya yang semakin tinggi, warga Jalan Sri Utomo, Kelurahan Sukosari, Kartoharjo, itu mulai menjajal berbagai kompetisi. Hasilnya tidak mengecewakan. Pada 2017, misalnya, dia meraih juara I stand-up comedy tingkat Kota Madiun. Dua tahun berselang Danang menyabet juara I lomba serupa yang digelar salah satu kampus di Ponorogo.

Danang juga kerap diundang open mic –istilah bagi komika saat perform- di event komunitas, coffee shop, maupun mengisi acara ulang tahun perusahaan. Alumnus Komputer Akuntansi Politeknik Madiun itu juga pernah tampil di Surabaya dan jambore stand-up di Malang.

Meski sudah memiliki jam terbang tinggi, sesekali Danang dihinggapi rasa tegang saat mengawali open mic. ”Kan nggak selalu lucu. Tapi, sebisa mungkin tetap tenang, lama-lama pasti bisa menguasai panggung,” tutur Danang.

Bagi Danang, stand-up comedy bukan jenis humor sembarangan. Dibutuhkan kecerdasan untuk mengolah materi dan menyampaikannya secara komedik. Selain itu, ketepatan memilih diksi agar bahan monolog mampu diserap penonton dengan baik. ”Permainan katanya harus kuat,” sebutnya. * (dilengkapi Elit AS-Friska OF/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button