Mejayan

Sampah Jadi Biang Masalah, Sarpras Tak Memadai hingga Aroma Busuk

MEJAYAN – Pasar Umum Caruban berkelindan masalah. Selain infrastruktur yang tidak memadai, pasar tradisional itu kumuh dengan aroma tidak sedap seringkali menyeruak. Tidak sedikit pembeli mengeluhkan kondisi tersebut. ‘’Betah tidak betah setiap kali berbelanja,’’ kata Marityatun, salah seorang pengunjung.

Menurut Marityatun, kondisi yang membuatnya tidak nyaman itu sudah berlangsung cukup lama. Bau busuk berasal dari sisa sampah dan benda-benda lainnya. Bila musim penghujan, pasar sangat becek disertai genangan air kotor. Banyak sampah masuk saluran irigasi sedalam 40 sentimeter hingga menyumbat aliran air. Bau tidak sedap pun semakin menyengat. ‘’Sampah bisa masuk karena penutup irigasinya rusak berlubang,’’ ujarnya.

Sepengetahuan dia, tidak ada petugas khusus yang membersihkan sampah penyumbat saluran. Ditambah budaya sejumlah pedagang yang terbiasa membuang sampah ke irigasi. ‘’Beberapa pedagang jorok,’’ ungkapnya kepada Radar Caruban.

Sumaji, salah seorang pedagang, mengatakan bahwa saluran irigasi Pasar Sayur –nama lain Pasar Umum– memang sudah lama tidak diperbaiki. Termasuk banyaknya lubang pada atap pasar. Karenanya, rehabilitasi total perlu disegerakan pemkab. Terkait pedagang yang buang sampah ke saluran air, dia tidak memungkiri. Bahkan mayoritas pedagang melakukannya. ‘’Karena sisa sampah tidak terlalu banyak,’’ kilahnya.

Bagaimana perkembangan proyek perbaikan irigasi Pasar Sayur? Dua pejabat dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) belum bisa dimintai keterangan. Baik Kabid Pengairan Maskur maupun Kepala DPUPR Arnowo Widjaja tidak merespons ketika coba dihubungi kemarin. (fat/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close