Magetan

Salahi Perbup, Dishub Tertibkan Pengelolaan Parkir Pujasera

MAGETAN – Aktivitas parkir di kawasan pujasera Stadion Yosonegoro ditertibkan. Hal itu sengaja dilakukan lantaran terdapat kejanggalan pada pengelolaan parkir di area tersebut. Pihak dinas perhubungan (dishub) menilai titik itu bukan termasuk dalam parkir tepi jalan umum, melainkan parkir khusus GOR Ki Mageti. ‘’Kami kembalikan sesuai regulasinya,’’ terang Kadishub Magetan Joko Trihono Minggu (12/5).

Dia mengungkapkan berdasar perbup 12/2012 tentang kegiatan pelaksanaan parkir, kegiatan juru parkir (jukir) di kawasan pujasera itu dianggap tidak pas. Terutama apabila disebut parkir tepi jalan umum Stadion Yosonegoro ataupun GOR Ki Mageti. Sekalipun retribusi yang ditarik oleh jukir tidak lebih dari perda. Semisal untuk sepeda motor Rp 2.000 dan mobil Rp 3.000. ‘’Tarifnya tetap, tapi karcisnya (retribusi) tidak sesuai,’’ terangnya.

Masalah lain ada pada kelompok jukir yang mengelola kawasan parkir tersebut. Dishub mencatat ada sekitar 12 orang jukir yang beroperasi di sepanjang Jalan Yosonegoro itu. Namun setelah dilakukan identifikasi ternyata mereka mengaku dibawah naungan disperindag. Alasannya, disesuaikan dengan kegiatan pujasera yang memang diinisiasi oleh disperindag.

Joko menambahkan ada pula sebagian jukir yang mengaku di bawah koordinasi disdikpora. Alasan itu dipakai karena wilayah operasional jukir tersebut berada di area Stadion Yosonegoro. ‘’Nah, ini kami luruskan. Karena masih di bawah dinas pembina masing-masing,’’ jelasnya.

Di samping itu, lanjut Joko, seluruh jukir tidak ada yang mengenakan rompi dishub. Mereka juga tanpa disertai surat tugas. Untuk menghindari polemik, pihaknya lantas memberikan surat tugas sementara. Namun, masa berlakunya sampai Ramadan berakhir. ‘’Bukannya kami tidak memperbolehkan, tapi hanya berusaha menertibkan sesuai aturan,’’ katanya.

Diakuinya, penertiban serupa bakal dilakukan di titik lain. Dengan harapan masyarakat tidak dirugikan karena adanya parkir ilegal. ‘’Saya menegur sendiri tukang parkir itu. Sengaja tidak menggunakan seragam, supaya benar-benar tahu faktanya,’’ ujarnya.

Namun demikian, kata dia, saat ini pihaknya lebih mengedepankan sikap preventif daripada represif. Joko masih memberikan kesempatan bagi jukir untuk mendulang pendapatan dari retribusi parkir di kawasan pujasera. Meskipun area itu termasuk kawasan parkir khusus. ‘’Kalau salah, ya kami benarkan agar tidak kebablasan,’’ tandasnya. (bel/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button