Mejayan

Salah Pengalamatan Biang Tidak Memenuhi Syarat

MEJAYANJawa Pos Radar Caruban – Perjuangan ratusan pendaftar rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Madiun 2019 kandas karena ketidaktelitian. Panitia seleksi daerah (panselda) menetapkan 534 dari total 3.144 pelamar tidak memenuhi syarat (TMS). ‘’Yang TMS didominasi persoalan teknis,’’ kata Ketua Verifikator Rekrutmen CPNS Kabupaten Madiun 2019 Sri Diana Dewi Kusumaningrum Senin (16/12).

Kemarin panselda mengumumkan hasil kelulusan seleksi administrasi pada laman BKD. Sebanyak 2.610 pelamar dinyatakan lulus. Ribuan peserta itu berhak mengikuti seleksi kompetensi dasar (SKD). Sedangkan 534 pelamar yang tidak lulus tidak berhak mengikuti ujian yang direncanakan digelar Februari 2020 tersebut.

Diana menjelaskan, persoalan teknis itu paling banyak keliru pada pengalamatan surat lamaran. Mereka menulis lamaran itu kepada wali kota, bukan bupati. Penyebab lainnya adalah ketidakcocokan antara program studi (prodi) pelamar dengan formasi yang dituju. Pemerintah pusat telah menetapkan relevansi bidang pekerjaan dengan ilmu yang diampu ketika kuliah. ‘’Ada batasan formasi tertentu dari jurusan tertentu. Tidak bisa dilanggar,’’ paparnya.

Sedangkan alasan pencoretan karena persoalan akreditasi prodi tidak terlalu banyak. Pelamar telah memenuhi ketentuan harus terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) atau Pusdinakes/LAM-PTKes saat kelulusan. Dibuktikan pada tanggal kelulusan yang tertulis di ijazah. ‘’Sudah tidak seperti tahun lalu (rekrutmen CPNS 2018),’’ ujar kabid mutasi pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Madiun tersebut.

Pelamar TMS diperkenankan menyanggah hasil verifikasi bila dirasa ada yang tidak tepat. Mekanisme itu dibuka selama tiga hari mulai hari ini (17/12). Verifikasi ulang atas protes itu dilakukan dalam kurun delapan hari mulai Kamis nanti (19/12). Hasil kelulusan bisa diubah bila memang ditemukan kesalahan bukan dari peserta. ‘’Nanti ada pengumuman ulang,’’ tuturnya.

Sesuai jadwal, hasil administrasi sebetulnya sudah bisa diumumkan sejak Kamis lalu (12/12). Namun, BKD baru memublikasikannya di hari terakhir karena alasan kehati-hatian. ‘’Agar tidak ada kerugian yang ditimbulkan oleh peserta,’’ ucapnya seraya menyebut penayangan di laman saat sore, karena perlu memperoleh tanda tangan ketua panselda. (cor/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button