Madiun

Salah Pencangkokan, Pohon Pule Tak Terselamatkan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Abrakadabra! Terbelalak mata begitu jaring hitam (paranet) di pertigaan jalan dr Sutomo dibuka. Pohon pule berbobot 20 ton berdiameter 4,5 meter itu mati.

Jangankan berbunga, sehelai daun pun tak ada. Pohon yang didatangkan jauh-jauh dari Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), seharga Rp 85 juta itu tak bisa diselamatkan. ‘’Mati, nanti diganti,’’ kata Kabid Pertamanan, Pemakaman, dan Penerangan Jalan Umum Disperkim Kota Madiun Jumakir.

Sejak awal, pohon pule itu salah pencangkokan. Pola vegetasi buatan itu seharusnya dilakukan dengan berbagai tahap. Pertama, memotong ranting dan mengurangi akar. Agar mudah dicabut dari tempat semula. Karena akan dipindahkan pada lahan karantina. Diharapkan muncul akar sehingga pohon benar-benar hidup. ‘’Pohon didatangkan langsung dari hutan,’’ ujarnya.

Tak hanya proses awal yang kurang baik, penanaman di depan Mc Donald memang cukup sulit. Pasalnya, karakter pohon pule tidak berakar dalam. Namun, terpaksa ditanam dalam karena letaknya di tengah jalan. Itu membuat pohon kepanasan. ‘’Upaya menutup jaring itu agar pohonnya tetap lembap,” terangnya.

Pohon di pertigaan Jalan Parikesit-Mastrip (SMKN 4 Kota Madiun) dan Sutomo-Jawa juga mati. Ketiganya selama ini ditutupi jaring hitam. ‘’Ketiganya nanti diganti,’’ lanjutnya.

Dua pohon lain di Jalan Kompol Sunaryo (utara Pasar Spoor) dan perempatan Bali-Kenari berhasil tumbuh subur. Walaupun belum berbunga, daunnya sudah terlihat lebat. Sesubur saat pohon bernama latin Alstonia scholaris itu ditanam di habitat asalnya Sumbawa. Di sana pohon pule juga difungsikan sebagai pulau jalan. Implementasi dari pembangunan yang ramah lingkungan karena bisa memasok oksigen dan membantu resapan air. ‘’Seluruh pengadaan pohon itu dari corporate social responsibility (CSR),’’ pungkasnya. (mg3/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button