NgawiSport

Saatnya Nikmati Rute Klasik dan Keindahan Alamnya

FAKTOR keselamatan peserta merupakan hal vital dari gelaran event bersepeda. Tak terkecuali event Srambang KOM Challenge 2018, 13 Oktober mendatang. Panitia kembali melakukan simulasi rute kedua dengan melibatkan para road captain (RC) dan marshal, Sabtu lalu (6/10). ’’Tujuan utamanya memastikan kesiapan pengamanan, khususnya titik yang dianggap rawan,’’ kata Andri Bartali, chief commisaire Srambang KOM Challenge 2018.

Bartali juga berfokus pada kesiapan di jalur king of mountain (KOM) maupun queen off mountain (QOM). Peran marshal, RC, maupun komponen lain diperhitungkan matang. Sesuai dengan rencana, start KOM berada di SDN 1 Dawung. ’’Kami lihat ada beberapa titik rawan, itu yang diupayakan steril saat lomba,’’ ujarnya.

Ketika para cyclist beradu sprint menuju finis, jalan harus ditutup. Tidak lama. Paling sekitar sepuluh menit sudah bisa dibuka kembali. Di situlah peran petugas marshal, Polres Ngawi, dan dinas perhubungan. ’’Memang ada petugas dari kepolisian dan dishub, tapi kami ingin lebih klop saja dengan para petugas marshal supaya jalannya lomba bisa mulus,’’ papar Bartali.

Apalagi dari informasinya ada beberapa pembalap nasional sekaligus mantan pembalap nasional yang ikut terjun. Mereka bakal saling bertarung di area sepanjang kurang lebih 8 kilometer itu. Para petugas marshal harus memastikan tidak ada kendaraan yang turun dari arah berlawanan ketika cyclist mulai naik. ’’Ditahan dulu, baru setelah pembalap lewat dialirkan lagi (arus kendaraan, Red),’’ terangnya.

Di samping keamanan, Bartali menilai kesiapan infrastruktur di sepanjang rute semakin bagus. Menurut dia sudah lebih baik daripada saat simulasi pertama lalu. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Ngawi memang sudah melakukan penambalan jalan yang berlubang. ’’Sudah tidak ada yang parah,’’ ungkapnya.

Selain mengukur kesiapan dari sisi teknis, Bartali mengaku simulasi kemarin sengaja digelar pada Sabtu. Pihaknya sengaja mengambil hari yang sama dengan hari digelarnya lomba. Maksudnya agar diketahui bagaimana kondisi rute yang akan dilalui ketika jam yang sama. ’’Sengaja kami buat sama persis saat lomba nanti, termasuk kecepatannya juga kami sesuaikan 30 kilometer per jam,’’ paparnya.

Begitu juga rencana feeding zone nanti. Dia menyebut ada dua titik feeding zone. Pertama pada Km 30 di kawasan hutan jati gambol, dan kedua di SDN 1 Dawung. Di lokasi kedua juga menjadi start KOM. Intinya, Bartali menyebut hasil simulasi kemarin sudah menunjukkan hasil yang matang. Bahkan, menurut dia sudah 90 persen siap. Dia berharap dalam pelaksanaannya nanti bisa lebih baik. Hasilnya pun bisa berjalan mulus dan sukses. ’’Ya, mudah-mudahan ini menjadi rute klasik di Ngawi,’’ ucapnya. (tif/c1/ota)

 

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button