Advertorial

Rusunawa Tahap II Kota Madiun Siap Huni, Ratusan Warga Masuk Daftar Antrean

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pembangunan rusunawa tahap II di Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun telah rampung. Dalam waktu dekat, flat itu bisa ditempati penghuni. Mereka adalah warga yang terdampak pembangunan di Kota Madiun atau masyarakat berpenghasilan rendah dan kurang mampu.

Total bangunan itu terdiri dari tiga lantai. Berisi 44 ruang dengan tipe 36 meter persegi. Gedungnya modern menyerupai apartemen. Setiap ruang fasilitasnya lengkap. Ada perlengkapan dengan perabot seperti kasur, lemari, kursi dan meja. Masing-masing isinya dua kamar, dapur, serta kamar mandi.

Soal masalah sewa untuk lantai satu bagi penghuni non lansia dan non disabilitas tarifnya Rp 300 ribu per bulan. Tapi, jika dihuni disabilitas dan lansia hanya dikenai Rp 100 ribu. Sementara lantai dua dikhususkan untuk masyarakat umum berpenghasilan rendah. Tarifnya Rp 210 ribu. Kemudian lantai tiga Rp 190 ribu. Seluruh biaya sewa itu diluar tanggungan listrik dan air.

Wali Kota Madiun Maidi menyatakan rusunawa tahap II sudah siap huni. Kepastian itu diperoleh usai dilakukannya serah terima kunci hunian dari PPK Kementerian PUPR kepada pemkot pada Jumat (11/6). ‘’Rusunawa ini nanti akan digunakan oleh masyarakat tidak mampu yang terdaftar di data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS),’’ katanya.

Meski demikian, pihaknya tetap akan menyeleksi calon penghuni rusunawa baru tersebut. Karena sampai dengan saat ini sudah ada sekitar 200-an masyarakat yang mendaftar. ‘’Masyarakat yang menempati di sini (rusunawa) harus ikut menjaga agar tetap baik. Jangan kaget, closetnya saja duduk, lantainya saja juga licin. Fasilitasnya lengkap pokoknya,’’ ujar Maidi.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun Totok Sugiarto mengatakan, data para calon penghuni rusunawa itu bakal dikumpulkan. Setelah itu dilakukan evaluasi dan seleksi. ‘’Kami cek di lapangan apakah yang bersangkutan layak menempati rusunawa itu atau tidak. Bulan ini urusan tersebut segera kami selesaikan. Yang jelas, para penguhuninya harus tercatat di DTKS kemensos,’’ kata Totok.

Seperti diketahui, rusunawa tahap II itu berada persis di sebelah selatan bangunan flat pertama. Pembangunannya satu paket termasuk dua rusunawa di Surabaya. Nilainya sekitar Rp 23 miliar bersumber dari APBN. (her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button