Madiun

Rusunawa Bongpay di Pinggir Sungai

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Rencana menyulap kawasan pemakaman etnis Tionghoa atau bongpay di Jalan Hayam Wuruk, Manguharjo, menjadi rumah susun sederhana sewa (rusunawa) sudah matang. Bahkan, dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) beserta dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman (disperkim) direkomendasikan memperdalam studi kelayakannya. Sebab, lokasi lahan tersebut di pinggir Bengawan Madiun. ‘’Hasil feasibility study atau studi kelayakan nanti akan dikirimkan ke Kementerian PUPR,’’ kata Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya (AR) Bagus Miko Saputra, Rabu (13/10).

Terkait anggaran, lanjut AR, dana telah disiapkan untuk operasional alat berat dan pemindahan kerangka jasad ke bongpay di seberang jalan (sisi barat). Dia menyebut bahwa alokasi anggaran kegiatan itu berada di disperkim. ‘’Nanti akan diswakelola. Besarannya berapa, saya belum tahu persis,’’ ujarnya.

AR memastikan rusunawa akan diprioritaskan untuk warga Kota Madiun berpenghasilan rendah atau tidak mampu. Juga warga yang sebelumnya tinggal di area bongpay. Namun, tetap disesuaikan administrasi yang berlaku. ‘’Kebutuhan rumah flat di perkotaan sangat urgen. Dengan rusunawa ini harapannya dapat mengurangi keberadaan lingkungan kumuh di Kota Madiun,’’ tuturnya.

Kabid Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan Disperkim Kota Madiun Budi Agung Wicaksono menambahkan, anggaran relokasi dari APBD Rp 500 juta. Saat ini prosesnya sudah on progress dan pararel.

Antara lain, sudah dilakukan pengukuran lahan sebagai tahap awal. Pun, sedang dilakukan studi kelayakan. ‘’Baik itu kajian lingkungan hidup yang melibatkan DLH maupun kajian lalu lintas melibatkan dishub. Intinya, tahap demi tahap kami lakukan,’’ ujar Agung. (irs/c1/sat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button