Magetan

Rupiah Mengalir dari Jasa Rias Pengantin

MAGETAN – Menjadi istri seorang perwira Polri tidak membuat Anik Irawati berpangku tangan. Di tengah kesibukannya sebagai anggota Bhayangkari, perempuan itu memilih berkecimpung di dunia wedding. Perias pengantin ditekuninya sejak 1991 silam.

Fase demi fase dia lewati hingga mampu mendirikan sanggar rias pengantin di rumahnya Jalan Gita Dini Timur, Magetan. Pun, kliennya dari berbagai daerah di eks Karesidenan Madiun. ‘’Alhamdulillah, sekarang semakin dikenal,’’ ujar Anik kepada Radar Magetan.

Meski usianya sudah berkepala lima, Anik selalu mengikuti perkembangan zaman. Hasil riasannya tidak terlihat jadul. Mulai rias gaya Solo putri hingga modern ala barbie look. Mulai pengantin berhijab hingga basahan dia layani. ‘’Apapun permintaan klien diikuti supaya puas dan manglingi. Tidak harus sesuai pakem,’’ ungkap istri Kompol Supriyono itu.

Hasil riasan ibu dua anak itu matte dan waterproof. Anik sengaja mencampur beberapa merk make up agar riasan awet. Bahkan, jika mempelai perempuan berkeringat atau menangis, riasan tidak luntur. ‘’Ada enam asisten tetap yang membantu saya,’’ sebutnya.

Urusan busana, Anik sengaja menggandeng penjahit kebaya di Jombang. Ada gaun dan kebaya. Semua sesuai permintaan klien. Dia juga rajin surfing di dunia maya untuk meng-update tren pakaian pengantin terkini. Termasuk warna-warna yang sedang digandrungi. Lebih dari 50 pasang busana pengantin yang kini memadati sanggarnya. Lengkap untuk keluarga juga.

Dalam sebulan, Anik bisa merias hingga 40 pengantin. Puncak permintaan terjadi pada bulan Besar, musim menikah di kalangan masyarakat Jawa. Penghasilannya bisa mencapai Rp 150 juta satu bulan. Itu termasuk jasa dekorasi dan sewa tenda pengantin.

Saat momen puncak itu Anik dalam sehari bisa merias hingga dua lokasi sekaligus. Karena itu, dia hanya mau menerima oderan dari wilayah eks Karesidenan Madiun. ‘’Kalau terlalu jauh, habis di perjalanan. Sehari hanya satu tempat,’’ kata perempuan asli Surabaya ini.

Kepiawaian Anik merias diperoleh dari kursus setelah menikah. Kali pertam adi membuka salon di kompleks asrama polisi tempat tinggalnya. Namun, kala itu sulit berkembang. Pada 2001 Anik mengikuti suami pindah tugas ke Magetan. Dia pun mulai membangun rumah dan sanggar. ‘’Di sini istilahnya babat alas. Bersaing dengan perias yang sudah lebih dulu ada,’’ ujarnya.

Sebagai istri dari polisi yang kini menjadi orang ketiga di Polres Magetan, Anik kerap mendampingi Diana Riffai, istri Kapolres Magetan AKBP Muhammad Riffaidi berbagai acara. Beruntung, Diana mengerti kesibukan Anik. Jika ada job merias, Diana pasti mengizinkan Anik absen dari kegiatan Bhayangkari.

Supriyono sang suami juga mendukung penuh kesibukan Anik. ‘’Sebelum merias, saya selalu menyiapkan sarapan untuk anak dan suami. Tugas utama ibu tidak pernah saya tinggalkan,’’ pungkasnya. (bel/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close