Pacitan

Rupiah Mendatangi Rumini dari Kerajinan Gerabah

Gunakan Tanah Liat yang Lengket dan Kehijauan

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Rumini mengais rupiah lewat pembuatan kerajinan gerabah. Pekerjaan yang dilakoni orang tuanya puluhan tahun silam.

_______________________________ 

SRI MULYANI, Pacitan, Jawa Pos Radar Pacitan

GUMPALAN tanah liat diletakkan di tengah subang pelarik. Meja modifikasi itu lantas berputar dengan kecepatan teratur. Kedua tangan Rumini ditelungkupkan pada gumpalan yang basah tersebut. Tidak berselang lama, tanah liat yang bentuk awalnya tidak beraturan itu berubah menjadi guci. ‘’Sehari bisa bikin 10–50 gerabah, tergantung jenisnya,’’ katanya.

Rumini dikenal sebagai perajin gerabah di tempat tinggalnya Dusun Gunung Cilik, Purwoasri, Kebonagung, Pacitan. Dia menerima pesanan dua jenis gerabah. Yakni, model tradisional seperti cobek dan wingko. Juga guji, pot, dan vas bunga untuk contoh model seni. Usahanya sudah berjalan 25 tahun. ‘’Saya belajar bikin gerabah dari orang tua tahun 1967. Tapi, buka usahanya 1995,’’ terangnya.

Harga gerabah buatannya bervariasi bergantung jenis. Guci dibanderol Rp 10 ribu per buah, pot lebih mahal Rp 20 ribu. Gerabah buatan perempuan 60 tahun itu sudah beredar di Madiun, Bondowoso, hingga Jepara, Jawa Tengah. Pemasaran produk lewat media sosial dan getok tular.  ‘’Saya tidak menjual ke pasar, tapi pembelinya yang datang ke sini,’’ ujarnya.

Tanah liat yang dipakai untuk membuat gerabah tidak bisa sembarangan. Rumini menggunakan tanah yang bagus dengan karakteristik lengket dan berwarna kehijauan. Campurannya adalah pasir sungai yang halus. ‘’Kalau tanah liat dari pemilik sawah yang sudah dikontrak kerja sama,’’ imbuh Rumini.

Ada kegundahan di benak Rumini atas keberlangsungan usahanya. Yaitu, ketersediaan tanah liat di masa mendatang. ‘’Khawatir habis karena perajin batu bata juga memanfaatkan tanah liat,’’ ucapnya. ***(cor/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close