Madiun

Rumah Sakit Rujukan di Kota Madiun Overload, Siapkan 40 TT Tambahan di Wisma Haji

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Gelombang pasien Covid-19 semakin tak terbendung. Beberapa rumah sakit (RS) rujukan di Kota Madiun kewalahan. RSUD Soedono, misalnya, pasien harus mengantre di instalasi gawat darurat (IGD). Bahkan hingga di teras IGD. Kondisi RSUD Kota Madiun juga sama, antrean pasien di IGD mengular.

Wakil Direktur Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Soedono Madiun Dwi Siwi Mardiati meminta Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun menyiapkan tambahan ruang isolasi di Wisma Haji. Itu karena rumah sakit rujukan telah overload. ‘’Sudah minta tolong ke Bu Kadinkes-PPKB untuk waspada dengan menyiapkan tim dokter. Siapa tahu bisa menaikkan levelnya dari gejala ringan ke sedang,’’ katanya, Jumat (2/7).

Kepala Dinkes-PPKB Kota Madiun Denik Wuryani mengungkapkan bahwa pihaknya siap menindaklanjuti. Alih fungsi Wisma Haji Kota Madiun sebagai ruang isolasi bakal dioptimalkan. Dalam waktu dekat pemkot menyulap gudang di Wisma Haji untuk tambahan 40 tempat tidur (TT). ‘’Kami siapkan sesegera mungkin, bed sudah ditata, tinggal memasang sekat untuk pemisah pasien laki-laki dan perempuan,’’ jelas Denik.

Gudang itu semula untuk tim medis. Sehingga, ruang tim medis akan digeser di tempat baru. Saat ini ada empat perawat dan tiga driver yang bertugas. Serta dokter di setiap puskesmas untuk memantau kondisi pasien melalui telemedicine (pengobatan jarak jauh). ‘’Setiap hari mereka diperiksa, hasilnya diinformasikan ke dokter puskesmas. Kalau saturasinya menurun, kami rujuk ke rumah sakit,’’ lanjut Denik.

Pihaknya juga telah menaikkan level isolasi Wisma Haji. Dari sebelumnya hanya menerima pasien terkonfirmasi swab polymerase chain reaction (PCR), sekarang juga menerima konfirmasi rapid test antigen. Per Jumat (2/7), 92 warga terkonfirmasi Covid-19 menjalani isolasi. Mereka semua warga Kota Madiun. ‘’Sebelumnya hanya sekitar 30-40 pasien, ini sudah naik signifikan,’’ ungkapnya.

Sementara bed yang disediakan 112 TT. Perinciannya, asrama II dan III berkapasitas 64 TT, asrama IV 40 TT, guest house untuk menampung pekerja migran Indonesia (PMI) berkapasitas 8 TT. Jika TT tambahan siap, total kapasitas Wisma Haji menjadi 152 TT. ‘’Kondisi sekarang sudah overload, BOR kita sudah hitam, kita harus bergerak,’’ tegas Denik.

Pihaknya juga telah berkirim surat ke RS rujukan untuk sebisa mungkin menambah TT. Surat juga ditujukan ke beberapa RS penyangga agar bersedia menampung pasien Covid-19. Harapannya pasien segera mendapat perawatan tanpa harus menunggu di IGD.

Antisipasi pasien semakin membeludak, pihaknya telah menyiapkan rencana jangka panjang. Opsi terakhir mengubah Wisma Haji jadi RS lapangan. Aula utama disiagakan untuk menampung tambahan 50 TT. Itu ditempuh jika peningkatan kasus tak kunjung reda. ‘’Tim diskusi tentang pilihan terakhir ini dan perlu waktu. Paling tidak standarnya seperti rumah sakit, harus ada 5-10 dokter serta tambahan nakes,’’ terangnya.

Sebelumnya, optimalisasi Wisma Haji sempat dibahas Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak saat kunjungan kerja di RSUD Soedono, Rabu (30/6). Emil berharap Wisma Haji dapat menjadi penyangga. Sebagai antisipasi jika ledakan kasus semakin meningkat. ‘’Wisma haji mudah-mudahan bisa jadi penyangga,’’ harap Emil. (kid/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button