Mejayan

Rumah Roboh di Dolopo, Pemkab Madiun Usulkan Masuk Program RTLH

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Agaknya nenek Parmi dan anak cucunya harus mengungsi di rumah tetangga lumayan lama. Setidaknya, sampai tahun berganti. Sebab, besar kemungkinan rumah Parmi yang roboh diterjang angin itu mendapat bantuan pembangunan dari pemkab setempat. Namun, mesti menunggu tahun depan.

‘’Bantuan untuk rumah terdampak bencana, bisa lewat program rehabilitasi RTLH (rumah tidak layak huni, Red),’’ kata Kabid Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Madiun Sigit Nugroho Kamis (7/10).

Menurut Sigit, tidak semua rumah terdampak bencana bisa mendapat bantuan itu. Terdapat sejumlah ketentuan. Seperti tingkat keparahan. Sigit menyebutkan, bantuan rehab RTLH bisa diberikan jika yang rusak bangunan utama. Mulai atap, dinding, hingga lantai roboh semua. ‘’Itu salah satu unsur pemenuhan klasifikasi untuk mendapatkan bantuan,’’ jelasnya.

Namun, bantuan lewat program rehab RTLH tidak bisa instan. Harus masuk usulan pada tahun terjadi bencana. Jika memenuhi klasifikasi, akan direalisasi tahun berikutnya. Sesuai ketentuan seperti itu. Baik bersumber dari APBD maupun APBN. ‘’Tapi, mulai tahun depan sudah disiapkan ruang untuk penanganan kejadian semacam itu agar cepat tertangani,’’ ujarnya.

Ada mekanisme terkait bantuan program rehab RTLH akibat bencana. Pertama, harus ada usulan atau pengajuan dari pemerintah desa setempat. Kemudian, ditindaklanjuti peninjauan kondisi lapangan. Usulan akan dinaikkan jika memenuhi klasifikasi. ‘’Kami (disperkim, Red) sebagai pelaksana saja setelah ada rekomendasi dari BPBD,’’ sebut Sigit. (den/c1/sat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button