Madiun

Rumah Painem Dialiri Listrik Bantuan Dermawan

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Madiun angkat bicara ihwal rumah Painem, warga Desa Sambirejo, Jiwan, yang tidak bisa teraliri listrik. Buntut identitas kependudukannya tidak masuk dalam sistem data kelayakan penerima listrik subsidi Perusahaan Listrik Negara (PLN). ‘’Kami belum bisa memastikan sudah atau belum terdaftar di DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial, Red),’’ kata Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kabupaten Madiun Mat Lazim Selasa (14/9).

Mat Lazim menyebut, DTKS menjadi acuan menerima berbagai program bantuan pemerintah. Salah satunya subsidi listrik. Jika Painem masuk DTKS, maka layak mendapatkan layanan listrik kategori 450 VA. Proses pengecekan DTKS memakan waktu yang tidak pendek. ‘’Selama pandemi Covid-19 ini ada dua jenis BLT (bantuan langsung tunai, Red) dari Kemensos dan dana desa. Kalau yang bersangkutan masuk BLT DD (dana desa), berarti belum tercatat di DTKS,’’ terangnya.

BLT DD merupakan bantuan yang tidak ter-cover BLT Kemensos. Statusnya sebagai data tambahan yang diusulkan pemerintah desa. Meski begitu, dinsos enggan buru-buru menyimpulkan status janda satu anak tersebut. ‘’Kalau sudah (masuk DTKS), akan kami buatkan surat keterangan yang bisa dipakai acuan pemasangan listrik. Jika belum, pemdes harus segera menginput data ke DTKS melalui aplikasi Kemensos,’’ bebernya.

Di saat dinsos proses mengecek DTKS, Painem kini sudah menikmati listrik di rumahnya. Sekretaris Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sambirejo Ajar Putro menyebut ada dermawan yang memasangkan listrik nonsubsidi. Hamba Allah itu, kata dia, bersimpati setelah membaca pemberitaan Radar Caruban. ‘’Kalau subsidi masih menunggu unit rekanan pemasang sekitar enam bulan,’’ ujarnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close