Madiun

Ruilslag Harus Sama Luasnya

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Rencana tukar guling aset PT KAI dengan Pemkot Madiun tak bisa dilepaskan dari masalah teknis. Yakni, model pengembangan Stasiun Madiun dan pelebaran jalan kota ke depan. ‘’Konsepnya membangun wajah Kota Madiun sebagai kota kereta api,’’ kata Sekda Kota Madiun Rusdiyanto Kamis (17/10).

Usulan tukar guling itu telah diajukan PT KAI beberapa bulan lalu. Dalam permohonannya, aset PT KAI berupa tanah di seberang stasiun bakal diberikan kepada pemkot. Sebagai gantinya, mereka minta aset pemkot berupa ruas Jalan Kompol Sunaryo sisi selatan. ‘’Kondisi existing stasiun saat ini, wajahnya secara keseluruhan dan juga tempat parkirnya, kurang,’’ sebutnya.

Teknis pembangunannya nanti akan ditanggung seluruhnya oleh PT KAI. Termasuk biaya bongkar aset dan pembangunan jalan baru di seberang stasiun. ‘’Itu hanya ditukar. Tapi, minimal harus sama secara luasan,’’ jelasnya.

Sebelumnya, pemkot dan PT KAI telah berkunjung ke Kroya, Cilacap, Jawa Tengah, untuk mempelajari proses tukar guling aset pemerintah daerah dengan salah satu BUMN tersebut. Proses itu berjalan lancar di Kroya. Termasuk hasil pelaksanaan pascaruilslag tersebut. Baik penataan jalan maupun pengembangan stasiun.

Sementara Kabid Akuntansi dan Aset Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Madiun Sidik Muktiaji menyebutkan lebar Jalan Kompol Sunaryo yang akan ditukar aset PT KAI mencapai 8,5 meter dan panjang sekitar 200 meter. ‘’Untuk penafsiran nilai aset ditentukan melalui proses appraisal,’’ katanya. (her/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close