KesehatanMadiun

Rubella Berbahaya bagi Ibu Hamil

MADIUN – Menolak berarti siap dengan segala risiko. Itu yang disampaikan bagi orangtua yang menolak anaknya ikut imunisasi measless rubella (MR). Jangan meremehkan pemberian vaksin MR. Sebab, tim ahli pun belum menemukan obat untuk penyakit tersebut. ’’Kalau ini nggak ada obatnya, imunisasi itu pencegahannya,’’ kata Dokter Dwi Indah Cahyani, dr. M.Biomed, Sp.An kepada Jawa Pos Radar Madiun.

Yani mengatakan, sejatinya rubella tergolong penyakit ringan yang disebabkan oleh virus rubella. Dalam lima hari dapat sembuh dengan sendirinya. Kasusnya sama seperti orang yang terkena flu. ’’Meskipun ringan, penyakit ini menular dan penularan berdampak besar pada orang di sekelilingnya terutama ibu hamil,’’ jelasnya.

Penularannya melalui udara. Jika masuk ke dalam laring tenggorokan, dan orang yang terkena rubella bersin atau batuk. Virus ini bisa menyebar. Jika ibu hamil tertular dapat menyebabkan kecacatan permanen pada janin. ’’Misalnya, pembentukan jantungnya (janin) tidak sempurna, kekeruhan pada kekeruhan lensa mata, bayi bisa buta,’’  terangnya.

Lanjutnya, Yani kerap menangani pasien yang terindikasi gejala rubella. Seperti demam, timbul bintik-bintik merah pada kulit seperti gejala demam berdarah. Sampai pembengkakan kelenjar getah bening pada belakang telinga maupun leher. ’’Meskipun sudah ada indikasi seperti rubella, pasien perlu pemeriksaan lanjutan berupa tes darah untuk mendiagnosis  positif rubella atau tidak,’’ jelasnya.

Permasalahannya, kata dia, pasien yang mengalami gejala tersebut tidak serta merta ikut saran dokter untuk cek lab. Karena dianggap penyakit ringan yang bisa sembuh dengan sendirinya. Selain itu, biaya untuk pemeriksaan lanjutan cukup mahal. Dan pasien harus biaya sendiri karena tidak tercover oleh jaminan kesehatan.

Yani menyarankan, perempuan subur perlu dilakukan premarital check-up. Memastikan jika dirinya terbebas dari virus rubella. Agar janin dalam kandungan aman dari rubella. Sebab, rubella bisa menjangkiti semua kelompok usia. ’’Kalau sudah dewasa divaksin juga nggak masalah,’’ bebernya.

Hanya bagi sebagian kalangan yang menolak vaksin dengan alasan haram. Sampai saat ini pun vaksin rubella belum ada yang halal. Kalangan peneliti masih mengupayakan dengan penelitian mendalam. Namun vaksin ini sangat penting untuk pencegahan. Dan MUI memperbolehkan karena situasinya darurat dan bermanfaat untuk mencegah kecacatan bahkan kematian. ’’Penemu vaksin saja muslim dari Turki, orang tahunya kan Edward Jenner,’’ tandasnya. (mg2/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button