Pacitan

Ruang Isolasi Sepi Perawat Dikeluhkan, Dirut RSUD dr Darsono Pacitan: Kami Semua Lelah

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Jagat media sosial (medsos) dihebohkan video yang merekam sepinya ruang isolasi Covid-19 di RSUD dr Darsono Pacitan. Seorang keluarga pasien yang prihatin merekam suasana di sepanjang lorong isolasi pasien korona.

Video berdurasi 2 menit 13 detik itu tersebar lintas WhatsApp sejak Selasa (20/7). Sehari sebelum keluarga pasien yang positif itu meninggal dunia, Rabu (21/7). ‘’Harusnya di sini tidak boleh masuk, tetapi kondisinya darurat mau bagaimana lagi,’’ ungkap pengunggah video itu sembari membuka ruang perawatan pasien infeksius.

Pengunggah video itu juga sempat memperlihatkan anggota keluarganya yang terbaring di tempat tidur. Diduga video itu diambil di ruang Sooka C. ‘’Sepi, tidak ada perawat sampai belakang. Keluarga bisa bebas masuk. Padahal kondisi keluarga saya kritis, oksigen ganti sendiri. Infus dibiarkan berjam-jam,’’ jelasnya dalam video unggahan itu.

Direktur RSUD dr Darsono Pacitan Iman Darmawan mengamini situasi terkini sebagaimana yang dikeluhkan keluarga pasien tersebut. Bukan tanpa alasan. Hal itu tak lepas dari tingginya beban pekerjaan tenaga kesehatan (nakes) selama ini. Di tengah terbatasnya nakes imbas terpapar Covid-19. Dari 588, 80 isolasi mandiri (isoman). ‘’Kami kesulitan membagi sif kerja,’’ katanya.

Sudah beberapa kali RSUD mengajukan tambahan nakes. Bahkan, sejak awal pandemi. Sayangnya, tak banyak relawan yang sudi urun tenaga. Terbukti, rekrutmen dinas kesehatan (dinkes) hanya sanggup menjaring 11 perawat. ‘’Kita semua lelah. Mulai perawat, dokter, sampai petugas di kamar jenazah semua sudah lelah. Jadi, kalau ada yang mengeluh monggo saja,’’ ujarnya.

Disinggung keluarga pasien mengganti tabung oksigen sendiri, Iman tak menampiknya. Yang bersangkutan sempat diminta bersabar lantaran saat itu stok oksigen sedang kosong. Akhirnya, keluarga pasien memilih mencari secara mandiri. ‘’Sampai saat ini kita juga harus mencari oksigen ke mana-mana,’’ ungkapnya.

Iman pilih berbesar hati menyikapi persoalan ini. Dia tak ingin memperpanjang masalah, meskipun mengambil gambar baik video maupun foto tanpa izin di rumah sakit dilarang. ‘’Kita sudah berjuang. Saat ini yang merawat pasien Covid-19 hanya RSUD. RS swasta belum, puskesmas juga belum,’’ tuturnya. (gen/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button