Madiun

RSUD dr Soedono Siap Isolasi Penderita Korona

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – RSUD dr Soedono ditunjuk sebagai satu dari tiga rumah sakit di Jatim yang menjadi tempat rujukan pasien yang terpapar virus korona. Rumah sakit milik Pemprov Jatim itu dinilai memiliki tenaga medis dan sarana-prasarana yang memadai. ‘’Kami sudah siapkan segala yang dibutuhkan,’’ kata Direktur RSUD dr Soedono dr Bangun Trapsila Purwaka.

Rumah sakit itu juga pernah menangani pasien yang terindikasi virus H5N1 atau H7N9 (flu burung) dan Ebola virus disease (EVD) meskipun hasilnya negatif. Walaupun secara penanganan beda, setidaknya itu menjadi pengalaman. ‘’Korona lebih ganas dari flu burung dan SARS,’’ tegasnya.

RSUD dr Soedono telah membentuk tim khusus berjumlah 20 orang. Terdiri dari spesialis paru, spesialis penyakit dalam, radiologi, patologi, mikrobiologi, serta perawat di IRD. Selain tim medis, pihaknya juga menyiapkan ruang isolasi berisi empat tempat tidur dengan standar yang ditentukan. ‘’Ada satu tambahan lagi yang nanti kami siapkan,’’ jelasnya.

Juga, telah menyiapkan 300 masker N95 dan sepatu boot serta alat pelindung diri (APD) khusus penanganan korona. Penyebaran virus itu yang semula dari hewan ke manusia sekarang telah berevolusi dan menyebar dari manusia ke manusia. Pun penyebarannya melalui udara. ‘’Gejala awalnya panas disertai batuk serta sesak napas,’’ paparnya.

Virus tersebut tidak hanya merebak di Tiongkok, namun juga merambah Hongkong, Malaysia, dan Singapura. Tiga negara yang disebut terakhir itu merupakan jujukan bagi TKI. ‘’Kita harus hati-hati jika ada orang yang pulang dari luar negeri dengan keluhan panas, batuk, dan sesak,’’ tuturnya.

Apalagi masa inkubasi virus dari penderita yang terinfeksi sampai muncul gejala, kurang lebih delapan hari. Menurutnya, bisa saja ada warga yang pulang dari luar negeri. Hari pertama, kedua, dan seterusnya belum terlihat, tapi seminggu setelah itu barulah merasakan gejalanya. ‘’Maka perlu segera ke rumah sakit terdekat,’’ imbaunya.

Jika ada pasien yang terjangkit virus korona, upaya pertama yang perlu dilakukan dengan membawa pasien ke ruang isolasi. Ruang isolasi merupakan ruang yang didesain khusus bertekanan negatif. Terdiri dari beberapa ruang. ‘’Ada ruang untuk memisahkan ruang isolasi. Ada juga ruang untuk memakai dan melepas APD,’’ terangnya.

Selanjutnya dilakukan pengambilan spesimen dan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyakit yang diderita pasien. Selama pemeriksaan tersebut, pasien harus menjalani perawatan di rumah sakit sampai keluar hasil diagnosisnya. ‘’Biasanya menyerang orang dewasa usia di atas 40 tahun ke atas. Juga ada penyakit yang mendasarinya,’’ ungkapnya.

Ketua Tim Khusus dr Bambang Subarno menerangkan, virus korona menyerang saluran pernapasan. Bentuknya bulat tetapi tidak terlihat secara kasatmata. Mendeteksinya harus melalui mikroskop elektron. ‘’Yang diserang itu saluran napas, kalau kena ke paru-paru terus jadi pneumonia. Itu yang menyebabkan orang sesak, nyeri dada, kemudian gagal napas. Dirontgen kadang terlihat adanya bercak atau infiltrat,’’ kata dokter spesialis paru RSUD dr Soedono, Madiun, itu.

Diagnosis awal yang paling mudah dilakukan, apakah yang bersangkutan memiliki riwayat bepergian atau pulang dari Tiongkok, terutama dari Wuhan. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan jika menemukan gejala tersebut. ‘’Jangan resah. Intinya tetap menjaga pola hidup sehat,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close