Ponorogo

RSUD dr Harjono Krisis Dokter Spesialis, Enam Formasi Belum Terisi

Persaingan Sengit, Janjikan Gaji Selangit

‘’Berani saja. Yang paling penting dapat dokternya. Mekanisme perekrutannya seperti apa tidak masalah.’’ AGUS PRAMONO, Sekda Ponorogo

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Gaji selangit dijanjikan bagi dokter spesialis di RSUD dr Harjono. Keputusan ini diambil pemkab untuk menyiasati minimnya jumlah dokter spesialis yang ada selama ini. Bupati sempat menyebut, bila perlu dokter spesialis digaji Rp 10 juta per bulan. ‘’Saya sependapat dengan Pak Bupati (Ipong Muchlissoni). Terpenting tidak mengganggu pelayanan masyarakat,’’ kata Sekda Agus Pramono.

Pada seleksi CPNS tahun ini, ada enam formasi dokter spesialis yang nol pelamar. Meliputi formasi dokter spesialis anak, anestesi, penyakit dalam, mata, radiologi, dan THT. Padahal, panitia seleksi daerah (panselda) CPNS sudah melonggarkan persyaratan. Upaya melonggarkan persyaratan usia maksimal dari 35 tahun menjadi 40 tahun tak membuahkan hasil. Lowongan kepegawaian di pemkab tetap sepi peminat. Versi tim panselda, tidak hanya Ponorogo yang membutuhkan dokter spesialis. ‘’Sudah kami coba carikan solusi dengan menambah usia maksimal di persyaratan CPNS dokter spesialis. Tapi belum mampu menjaring,’’ ujarnya.

Persaingan antardaerah dalam memperebutkan jasa dokter spesialis begitu sengit. Agus pun tak menampik, daerah tetangga seperti Pacitan sampai rela memberi fasilitas rumah dan kendaraan dinas. Jika dokter spesialis bersedia bekerja di Kota 1.001 Gua. Lantas, beranikah Ponorogo bersaing memberi tawaran untuk menarik minat para dokter spesialis? ‘’Berani saja. Yang paling penting dapat dokternya. Mekanisme perekrutannya seperti apa tidak masalah,’’ tutur Agus yang juga menjabat ketua tim anggaran pemkab itu.

Menurut Agus, RSUD sebagai badan layanan umum daerah (BLUD) memiliki kebebasan dalam merekrut pegawai. Terlepas dari bagaimana mekanismenya, Agus mewanti jangan sampai ada kekosongan. Apalagi dalam waktu yang lama. ‘’Dokter spesialis harus terpenuhi. Apalagi RSUD ini tibe B. Ada tuntutan mengenai syarat jumlah minimal dokter spesialis yang harus dipenuhi,’’ kata Agus.

Agus tak sependapat dengan anggapan bahwa dokter spesialis ogah jadi PNS di Ponorogo. Menurutnya, anggapan itu mendiskreditkan ribuan orang yang telah mendaftar seleksi CPNS di pemkab setempat. Termasuk soal tawaran gaji. Di luar gaji dokter spesialis, Agus pede menyebut bahwa penghasilan PNS di Bumi Reyog sudah jauh lebih baik. ‘’PNS ini gajinya sudah jauh lebih bagus dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pendaftar CPNS tembus sepuluh ribuan,’’ ujarnya meyakinkan profesi ini tetap menjanjikan. (naz/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close