Mejayan

RSUD Caruban Antisipasi Lonjakan Pasien Korona Pasca-Lebaran

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Ketersediaan alat pelindung diri (APD) di RSUD Caruban belum aman untuk jangka panjang. Rumah sakit pelat merah rujukan penanganan Covid-19 itu membuka donasi hazmat. ‘’Kami mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19 pasca-Lebaran,’’ kata Humas RSUD Caruban Yoyok Andi Setyawan Rabu (29/4).

Yoyok menyebut, hingga kini sudah ada 15 donatur. Jenis sumbangan bukan hanya APD, melainkan juga peralatan medis lainnya. ‘’APD sangat dibutuhkan, tapi alat medis yang masih minim adalah masker N-95,’’ ungkapnya.

Pengelola dan Pelaporan Data Tim Satgas Covid-19 RSUD Caruban Didik Indrawanto menegaskan, pihaknya telah siap menangani korona sejak virus itu muncul. Sehingga ditambahkan sebagai rumah sakit rujukan oleh Pemprov Jawa Timur. Sebanyak 12 ruang isolasi pun disiapkan. ‘’Lima bed untuk pasien dalam pengawasan (PDP) dan 10 bed untuk orang dalam pemantauan (ODP) dengan penyakit penyerta,’’ urainya.

RSUD Caruban tengah merawat tiga pasien korona. Perinciannya, satu pasien positif dari klaster Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, dan dua PDP dari ponpes Temboro, Magetan. ‘’Isolasi di ruang Wijaya Kusuma yang sebelumnya merupakan ruang infeksius seperti paru dan TBC (tuberkulosis),’’ ujar Didik.

Dia mengungkapkan, instansinya menerima bantuan tidak terduga (BTT) tahap pertama sebesar Rp 567 juta. Dana tersebut untuk memaksimalkan kerja para tenaga medis menangani korona. Semua petugas, mulai dokter hingga perawat, diklaim siap bekerja. ‘’Kalau APD, baik bantuan pemprov maupun donatur, masih cukup untuk satu-dua bulan lagi,’’ terangnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close