Madiun

RS di Kota Madiun Kosong, Nakes Diminta Turun ke Lapangan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Siapa pun diminta berperan menangkal sebaran Covid-19. Menyusul berbagai kegiatan masyarakat yang mulai dilonggarkan. ‘’Warga berhak saling mengingatkan untuk disiplin prokes (protokol kesehatan),’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Kamis (30/9).

Menurut dia, peran seluruh masyarakat dibutuhkan dalam menghadapi pagebluk korona yang belum diketahui ujungnya. Wali kota angkat topi bagi warga yang saling mengingatkan prokes pada sesama. Pun, itu acap dia jumpai saat turun ke lapangan. ‘’Jika pola-pola ini diterapkan pada diri masing-masing, insya Allah kota ini aman,’’ ujarnya.

Maidi membeber kondisi transmisi komunitas di Kota Madiun. Kasus konfirmasi saat ini di angka 25-28 yang mengindikasikan level 2. Perawatan rumah sakit di angka 7 (level 2), dan kasus meninggal di angka 2 (level 2). Indikator lain yang dipaparkan testing-positivity rate 0,46 persen (memadai); tracing-kontak erat konfirmasi 30,2 persen (memadai); dan treatment- bed occupancy ratio (BOR) 11 persen (memadai). ‘’Rumah sakit hampir kosong,’’ ungkapnya.

Sehingga, turut melonggarkan kerja tenaga kesehatan (nakes). Maidi minta mereka bergeser ke lapangan guna mengecek serta membagikan logistik, vitamin, masker, dan perlengkapan prokes lain. Itu juga dapat dilakukan saat swab test massal di lingkungan. ‘’Tim medis nanti bisa keliling,’’ jelasnya. (kid/c1/sat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button