Madiun

Rombak Total Pedestrian Jalan Pahlawan Kota Madiun

MERDEKAKAN PEJALAN DARI KENDARAAN

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ruang pejalan di tepian Balai Kota Madiun dilebarkan. Pedestrian yang semula hanya 2 meter dirombak menjadi 4,5 meter. Pembangunannya dimulai dari sisi utara Bank Mandiri sampai depan balai kota, berakhir di penggal Jalan Perintis Kemerdekaan. ‘’Total panjangnya sekitar 400 meter,’’ ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Madiun Suwarno.

Meski dilebarkan, tinggi trotoar akan dikurangi. Dari 30 sentimeter tinggal 10 sentimeter. Pekerjaan yang harusnya digeber awal bulan ini diperkirakan molor. ‘’Menunggu pohon di sekitarnya dikepras dulu,’’ imbuhnya.

Penataan pedestrian ini, lanjut Suwarno, mencontoh kota-kota tua di Indonesia. Seperti di Braga, Bandung dan Kota Lama, Semarang. Di dua daerah itu, jalur pedestriannya hidup. Karena banyak dimanfaatkan pejalan. ‘’Tujuannya untuk mempermudah pejalan kaki. Kalau malam juga bisa dipakai nongkrong,’’ jelasnya.

Nantinya, jalur pedestrian akan dilengkapi fasilitas kursi besi seperti halnya di Malioboro. Di samping itu, berbagai ornamen pelengkap seperti lampu taman dan tanaman. ‘’Nilai anggarannya mencapai sekitar Rp 2 miliar,’’ ujarnya.

Dari sisi lokasi, lebar dan bahan material trotoar diberi perhatian khusus oleh pemkot. Sebisanya, pemkot membuat jalur pedestrian dengan ukuran lebih lebar. Alas trotoarnya pun tidak berbahan keramik. Tetapi, memakai granit agar lebih kuat dan tidak licin. Untuk mencegah pengendara roda dua yang melintasi trotoar saat menghindari kemacetan, akan dipasangi bollard atau pengaman. Ketinggiannya sekitar 1 meter. Selain pengaman lurus, ada bollard berbentuk L yang berfungsi menutup jalur pedestrian. ‘’Ini semua bagian dari penataan kota,’’ ujarnya.

Suwarno tak menampik adanya pelebaran trotoar itu berdampak pada penyempitan Jalan Pahlawan. Terutama dari Bank Mandiri sampai depan balai kota. Saat ini, lebar Jalan Pahlawan mencapai 14 meter. Dengan dibangunnya jalur pedestrian baru, lebar jalan yang masuk dalam kawasan tertib lalu lintas itu tinggal menyisakan 12 meter. ‘’Masih cukup. Bahkan, lebih lebar dari Jalan Malioboro,’’ terang mantan kepala pelaksana BPBD Kota Madiun itu. (her/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button